Latest Entries »

Beriman

beriman

Afraid

what

This song remind me about my friend who played guitar in blues genre in front of me.

He did it in public place (Gramedia Bookstore), cool!

You make me happy for the last day till today and thank you!

2nd Family in The Office

original

Mesin Waktu

Ok, pernah gak kalian mengalami punya temen dekat >13 tahun tidak bertemu, tidak pernah saling mencari atau menghubungi? Dan kemudian saling bertemu di depan mata. Aku merasa seperti sedang menggunakan mesin waktu. Yup, minggu lalu aku mengalami kejadian ini. Aku surprised mendapat kabar bahwa dia sedang di Jakarta. Seketika kenangan masa lalu muncul ke permukaan.

 

Namanya “Roddie Alexander Frederik”. Roddie lahir di Hawai (WNA officially USA), tetapi his mom & dad are WNI. Dia temen sebangku saat kelas 6 SD. Roddie, yang kalau tidak salah anak baru kelas 4 SD. Seorang anak dari keluarga yang tajirnya kebangetan. Meskipun berasal dari anak orang kaya, aku bisa merasakan sampai hari ini dia bukanlah anak yang sombong apalagi belagu’. Dulu dia sering diminta uang oleh teman-temannya, dan dengan mudahnya dia membagi-bagikan uangnya. Roddie jika pulang sekolah selalu jalan kaki atau dijemput ojek pribadinya. Roddie si bocah kecil kurus dengan rambut cepak, dan tentunya dulu lebih pendek dariku, haha. Meskipun kita duduk semeja dan rumah searah, tetapi kita tidak pernah pulang sekolah bersama. Aku selalu berjalan di sebelah kanan dan dia berjalan di sebelah kiri sepanjang jalan raya Margasatwa.

 

Terakhir pertemuanku dengannya? Itu ketika pengumuman kelulusan SD (2001).
Aku bertanya kepada mama-nya Roddie, “Roddie gimana nilainya, tante?”
Mamanya menjawab sambil tersenyum, “Roddie nilainya kecil,  blablabla…. ~ lupa~.
Aku bertanya, “Terus, Roddie mau ngelanjutin sekolah kemana?”
Mama-nya Roddie menjawab, “Roddie mau ngelanjutin sekolah ke Amerika soalnya papa-nya mau kerja di sana.”
Dan kemudian aku melihat Roddie dan dia juga melihatku. Kita saling salam perpisahan dan tersenyum. *gak nyangka dia mau pindah sejauh itu*”

 

Aku dulu punya geng kecil (Aku, Roddie, Rio, Novia) sewaktu SD dan kita enthusiasm dengan pelajaran Matematika. Kita duduk saling berdekatan. Buat Roddie, pelajaran selain Matematika adalah nothing bahkan tidak peduli karena dia adalah anak pemalas meskipun sebenarnya dia cerdas & kritis. Roddie dan Rio yang suka iseng ngumpetin tasku sampai ke kantin, bahkan sampai ke mushola. Temen kecil yang suka kejar-kejaran & bermain umpet-umpetan, so fun! Roddie sangat suka skateboard, bahkan ketika perpisahan di Ciater, dia berniat akan membawa skateboardnya, haha #dodol *maen skateboard di daerah wisata air panas* Namun sayangnya dia tidak datang. Jadi terakhir pertemuanku dengannya adalah saat pengumuman kelulusan SD.

 

Sempat saja aku mengajak Rio dan beberapa kawan SD untuk reunian, tetapi mereka tidak bisa datang. Aku harus ketemu Roddie karena dia hanya 2,5 minggu di Indonesia. Aku penasaran sudah seperti apa, jadi apa dia sekarang dan tentunya ingin lebih mengenal kehidupannya di US. Kita bertemu di foodcourt PIM 2 jam 13.00. Sambil menunggu, aku bermain handphone. Tiba-tiba ada suara dan seseorang berbadan agak tinggi memelukku dari sebelah kanan #syok. Ok, I know this is western people style. Dan tiba-tiba dia duduk di depanku. Aku seperti bertemu keluarga yang sudah lamaaaaaaa banget gak ketemu. Then, Roddie asked me a question more than once “Apa kabar?” dengan logat American English, haha Seriusan & sumpah ini mimpi!

 

Saat bertemu kemarin, i think almost 50%, we spoke in English to each other. Kita ngobrol 3-4 jam tanpa ada rasa canggung. Aku pikir akan seperti awkward moment karena sudah lamanya kita tidak bertemu, tetapi ternyata tidak. Makan ramen di food court PIM 2, keliling PIM 1-2, menemaninya mencari catur dan menemaniku ke toko buku Kinokuniya. Kita ngobrol membahas pekerjaan, tinggal dimana, kenangan SD, kabar teman-teman, sekolah, kuliah, pacar, keluarga, rencana ke depan, pengalaman hidup, hobi, kesukaan, melakukan hal dodol, kehidupan di US, kehidupan Jakarta yang macet, dll aaah banyak sekali. Yang jelas, kehidupannya memang terlalu bebas & bahkan aku gak tau dia masih shalat atau tidak, atau bahkan mungkin juga sudah melakukan hal-hal yang bukan sebaiknya dilakukan, haha

 

Semoga kita ketemu lagi ya, Rod! Semoga ketemunya di US, amiin :)

with roddie

 

Catatan penting hasil pertemuanku dengannya :

  • Kita gak akan pernah tau apa yang terjadi di masa depan. Jadi senantialah menjaga hubungan baik dengan orang sekitar. Tidak peduli latar belakangnya orang baik, bad boy, miskin, kaya, dll. Semua orang punya pilihan untuk menjadi apa & kita bisa melihat apa hasilnya nanti. Roda selalu berputar.
  • Jangan pernah menjadi orang sombong atau belagu’
  • Ketika uang bukanlah menjadi sumber kebahagiaan, kadang kisah tentang perjuangan hidup itu lebih punya cerita & berkesan. Kita lebih bijak, lebih bersyukur, dan lebih kaya hati melihat dunia, lebih terbuka. Temanku ini memilih ambil risiko hidup susah (tidak bergantung pada orang tua), menikmati hidup dengan berpetualang, lebih suka kerja meskipun dia sebenarnya bisa saja dengan mudah minta uang kepada orangtuanya. Yang terpenting adalah, lakukan apa yang membuat kita bahagia & bertanggung jawab apa yang menjadi pilihan kita.
  • Orang tua sangatlah penting dalam membesarkan karakter seorang anak