Latest Entries »

26thn

birthday

I just remembered that i have one cute photo on my 26th birthday.
Thanks to Mas Anggri & Edwin! ^^ #2ndbrothers

Ice Cream

b5319bfb9ed88bf6f36b6ab91cdb48af
Minggu siang aku berkunjung ke rumah kakakku untuk bermain dengan Andaru. Kali ini aku membawa ice cream, yummy!

Aku: De’ lihat tante Renny bawa apa ini? *sambil senyum & mengangkat tas plastik*
Ndaru: Ice cream!
Aku: Ndaru mau ice cream, ga?
Ndaru: Ndaru lagi batuk gak boleh makan ice cream. *kemudian memperagakan batuk, uhuk2!*
Aku: Hahaha. Yaudah, ini ice cream-nya ditaro di kulkas yaa. Makannya kalau sudah sembuh, ok?
Ndaru: OK
Kemudian aku ke lantai bawah (ruang dapur) untuk meletakkan ice cream ke dalam kulkas. Namun, karena ini ada 2 kotak ice cream, ada baiknya aku makan di bawah supaya tidak dilihat Andaru, hehe Aku makan di taman belakang. Tak lama, ada suara anak kecil mengagetkanku dari belakang.
Ndaru: Door!
Aku: Nduh, kaget de’!
Andaru melihatku makan ice cream. Dia tertawa “hehehe” sambil nyengir melihat kotak ice creamku. Ok, baiklah aku berhasil menggoda anak kecil, hahaha
Aku: Ndaru mau?
Ndaru: Mau! hehehe
Aku: *nyam-nyam* makan ice dengan gaya menggoda. Ndaru melihatku dengan tampang penuh keirian, hahaha *yes! #girang #dance*
Ndaru: Aaaaa, mau!
Aku: *nyam-nyam lagi* Tadi katanya batuk. Yaudah, dikit aja yaa, kamu kan lagi batuk de’.
Ndaru: Iya. *Kemudian aku suapin*
Aku: Enak?
Ndaru: Enak! Lagi tante renny!
Aku: Bentar, tante renny aja belum. *Dan kemudian sekali suap ke mulutku, sekali suap ke Ndaru, Tetapi kali ini Ndaru menelas ice terlalu cepat tanpa menikmati rasa ice cream. Duuhh!
Ndaru: Eeeee….lagi!
Aku: Kamu makannya cepet banget de’. Pelan-pelan, euuy! *Kemudian terjadi perebutan suapan ice cream, seperti 2 anak kecil yang lagi rebuta, hahaha*
Aku: Udah, ini yang terakhir. Udah habis, dibuang yaa?
Ndaru: Iya.
Aku: Tos dulu dong!
Ndaru & Aku: *saling tos*
 
Bahagia itu sederhana, sesederhana berebutan makan ice cream dengan keponakan, hahaha

Saat mencapai umur 26 tahun, aku…

Saat mencapai umur 1 tahun, aku dalam belaian, manjaan dan perlindungan kasih sayang keluarga.

Saat mencapai umur 2 tahun, aku selalu menirukan hal-hal yang diajarkan oleh orangtuaku dan mas agung (kakakku).

Saat mencapai umur 3 tahun, aku merasakan berbagai usilan-jahilan kakakku padaku yang kadang aku tidak suka dan bahkan sampai aku menangis.

Saat mencapai umur 4 tahun, aku belajar membaca, menulis, bernyanyi, menari.

Saat mencapai umur 5 tahun, aku iri dengan teman-temanku yang selalu dijemput, dirapihkan+disipakan segala macam ketika sebelum/selesai berenang. Sedangkan aku? Sendiri.

Saat mencapai umur 6 tahun, aku menjadi pemimpin paduan suara di TK, ketua pemimpin gerak jalan, pemimpin upacara 17 agustus dihadapan murid TK sekecamatan Cilandak. Aku sempat mengatakan kepada ibu “bu nilainya renny 9 kan yaa, soalnya tadi sempet salah ngucap 1 x (means 10-1 kesalahan = 9…hahaha dodol)” . Selain itu, aku mengikuti pentas menari & menjadi murid TK teladan.

Saat mencapai umur 7 tahun, aku belajar tanggung jawab atas barang milik orang lain. Aku ikut serta dalam pentas menari di sekolah. Aku diomelin oleh kakak kelasku karena lupa mengembalikan kostumnya dan tertinggal di ruang uks beberapa hari.

Saat mencapai umur 8 tahun, aku merasa kecewa karena nilai matematikaku 0, lalu diomelin sama ibu. Aku belajar memaafkan dan menjaga hubungan baik antar teman. Kenapa? Aku pernah tidak sengaja tabrakan dengan temen sewaktu maen tak jongkok dan dia terluka.

Saat mencapai umur 9 tahun, aku punya ingin menjadi seorang dokter atau guru seperti ibuku. Aku membuka taman bacaan di samping rumah yang disewa Rp.50,-/majalah. Aku berjualan permen dan es lilin yang dibuat sendiri. Aku bermain layangan yang dibuatkan oleh mas Agung. Kita bermain di atas mesjid atau di atas rumah sampai matahari sudah tidak menampakkan cahayanya. Keliling kampung antar RT naik sepeda bersama teman-teman. Aku membuat tas-tas dari kardus bekas untuk digunakan bermain ibu-ibuan/masak-masakan.

Saat mencapai umur 10 tahun, aku punya mimpi sekolah di luar negeri dan menjadi astronot. Aku sering mengajari bocah-bocah sekitar rumah untuk menulis-membaca-berhitung-mengaji-shalat bersama dengan bermain sebagai guru & murid.

Saat mencapai umur 11 tahun, aku memilih sesuatu yang lebih baik dan berguna untuk diriku, yaitu dengan keluar dari geng cewek-cewek di sekolah.  Selain itu, aku pernah difitnah oleh guruku sendiri dihadapan murid-murid kelas lain, sungguh aku malu sekali.

Saat mencapai umur 12 tahun, aku ingin menjadi anak baik & berprestasi seperti kakakku (mas Agung). Dia adalah abang gw yang paling keren-ganteng. Tapi sayangnya lu itu kadang nyebelin, hehe Tetapi gw tetep sayang sama lu masbro :)

Saat mencapai umur 13 tahun, aku menjadi anak SMP yang kuper (sekolah-pulang-belajar-sekolah-pulang-belajar).

Saat mencapai umur 14 tahun, aku dilema antara kepentingan bermain basket dan belajar (sekolah). Nilai rapotku turun dan diomeli oleh kedua orang tua. Aku sedih, ketika tidak diikutsertakan oleh pelatihku untuk bergabung di pertandingan basket tingkat nasional, padahal aku sudah rajin latihan.

Saat mencapai umur 15 tahun, pertama kalinya nolak cowok. Alasannya? Aku mau belajar untuk masuk SMA unggulan. Orang tuaku tidak mengizinkanku sekolah di SMA 8 atau 70 dengan alasan jauh. Kebetulan abangku juga almamater 34, jadi aku mengikuti jejaknya saja.

Saat mencapai umur 16 tahun, aku punya tekad menjadi juara kelas supaya masuk UI tanpa tes seperti abangku. Aku bergabung di ekskul mading sekolah dan diomelin senior karena males nyari tanda tangan, haha Aku kembali bergabung di tim basket sekolah. Kebetulan teman-teman basketku saat SMA, juga berasal dari SMP yang sama denganku.

Saat mencapai umur 17 tahun, masa terindah : persahabatan & kompak. Sering sekali memenangkan berbagai kompetisi basket di tingkat Jakarta bahkan nasional. Aku memiliki banyak teman di dalam dan luar sekolah.

Saat mencapai umur 18 tahun, terima kasih kepada Allah yang memberikan hidayah dalam menentukan masa depan kuliah. Terima kasih kepada teman-teman seperjuangan menggapai masa depan kuliah (hidup! xii.ipa-1 yang duduk barisan paling kiri). Aku merasakan tangisan bahagia orang tua karena anaknya diterima di UI tanpa tes sama seperti kakaku, itu rasanya surga ^^

Saat mencapai umur 19 tahun, aku merasakan lingkungan perkuliahan yang sangat berbeda dengan masa SMA. Terlalu banyak orang pintar, cerdas, rajin dan paling menyebalkan adalah orang dengan ego individualis. Aku stress di Fasilkom.

Saat mencapai umur 20 tahun, mulai berpikir & muncul jiwa-jiwa idealis. Aku ingin menjadi apa? Kuliah sulit & kurang minat (khususnya programming).

Saat mencapai umur 21 tahun, aku merasakan semakin memiliki banyak peran, semakin besar tanggung jawabnya. Satu periode yang lebih mengorbakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri sendiri. IP semester enam yang paling rendah dari semua semester. Alhamdulillah juga, aku mendapat hidayah menggunakan jilbab.

Saat mencapai umur 22 tahun, aku mengalami satu step dalam hidup yang tidak terlupakan, yaitu “kedewasaan, ikhlas, bijaksana, sabar” dalam menyikapi persoalan. Makasih semua yang sudah menemaniku disaat susah. Aku belajar tentang komitmen & kesetiaan, itu harganya sangat mahal.

Saat mencapai umur 23 tahun, aku hanya fokus pada satu hal : lulus predikat cumlaude. Semua ini aku persembahkan untuk kedua orangtuaku tercinta & tersayang. Alhamdulillah tercapai :)

Saat mencapai 24thn, aku ingin menjadi diriku sendiri. Aku merasa selama ini, hidupku terlalu terpaku sama sosok my older brother yang paling keren dalam hal akademis maupun nonakademis. Aku meninggalkan zona nyaman tetapi fokus kepada hal-hal yang aku cintai (kepuasan batin tercapai). Mencari pekerjaan yang dapat mendukung life management plan in the future.

Saat mencapai 25thn, fokus pada 2 hal :  1. Masterpiece 2. Menemukan rencana hidup yang baru menurut panggilan jiwa. Sudah >2 tahun aku mencari jawaban ingin sekolah S2 jurusan apa dan negara tujuan mana. Akhirnya aku menemukan apa yang aku inginkan dan apa aku butuhkan tanpa peduli campur tangan atau pengaruh orang lain termasuk orang tuaku sendiri.

Saat mencapai 26thn, tiada hari tanpa : belajar, bermain, bereksperimen, bekerja, bergaul, bermanfaat, dll (kerja, toefl, gmat, les, dll). Bersyukur memiliki ortu & brother yang punya hati mulia karena memberikan hadiah gak kira-kira, alhamdulillah. The last but not least, i just wanna say, “I miss him so bad. I know he loves me, too. I can feel it from within. Can’t wait to see you soon!

Dedicated to : Orang-orang hebat & tersayang yang selalu menemaniku :)

Beriman

beriman

Afraid

what

This song remind me about my friend who played guitar in blues genre in front of me.

He did it in public place (Gramedia Bookstore), cool!

You make me happy for the last day till today and thank you!