
Ia senyum pada lelaki yang tak dikenal yang murung itu. Senyum itu tampaknya membuat perasaanya lebih baik. Lelaki itu teringat kebaikan seorang temannya dulu dan menyuratinya untuk berterima kasih. Temannya sangat senang menerima surat itu sehingga ia meninggalkan tip besar pada saat makan siang. Si pelayan terkejut melihat jumlah tip itu, mempertaruhkan semuanya mengikuti firasatnya. Besoknya ia mengambil uang yang diperolehnya dan memberikan sebagian kepada lelaki di jalan. Lelaki di jalan itu merasa bersyukur karena sudah dua hari ia tidak makan. Setelah ia selesai makan, ia pulang ke rumahnya yang sempit dan kumuh. Ia tak tahu pada waktu itu bahwa ia mungkin akan menemui ajal. Dalam perjalanan ia memungut anak anjing yang kedinginan dan membawanya ke rumah supaya hangat. Anak anjing itu sangat bersyukur tak lagi tinggal di luar karena menghadapi dinginnya malam. Malamnya rumah itu terbakar. Anak anjing itu menggonggong memberi peringatan. Ia menggonggong hingga seluruh isi rumah bangun terbangun dan menyelamatkan semua orang dari bahaya. Salah satu anak yang diselamatkannya tumbuh dewasa menjadi anak memiliki karakteristik sosialis dan religius yang dihormati oleh banyak orang. Semua ini karena sebuah senyum yang tak membutuhkan uang satu rupiah pun.
“Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR. Muslim)


1 Trackback or Pingback for this entry:
[...] ingin melihat seberapa dasyatnya dari sebuah senyuman, bisa lihat postingan gue yang dulu. Silahkan klik disini. Semangaaaat!!! Advertisement LD_AddCustomAttr("AdOpt", "1"); LD_AddCustomAttr("Origin", [...]