The Biggest Enemy

I says, “the biggest enemy is my self. It’s not others. Do not be afraid of anything. Do not stress myself too much. Do not be disappointed with what I get. Myself is tough. When I see it, first I need to love it. I cannot hate it. I have to treat it as a wild horse. I need to make friends with before i can domesticate and control the horse. Semangats!:)


If

If you give someone a good recommendation for a job and they get the job, you will have a share of the good deeds they perform through that job. If they get married because they got a job, you’ll get a share of the blessings. If they have children from getting married, you will have a share. If they help others get out of debt, you will have a share. If they are able to go on Hajj, you will have a share. If they give charity, you will have a share. And so on. When you use your abilities to help your brothers and sisters, your wealth with Allah will continue to multiply.

– Nouman Ali Khan –


Orang

11-billion-people

Orang kuat, bukan yang kuat fisik, tetapi yang kuat menahan amarah.

Orang kaya, bukan yang kaya harta, tapi yang kaya hati.

Orang bodoh, bukan yang IQ-nya rendah, tapi yang tak mau menyembah-Nya.

Orang mulia, bukan yang takhtanya megah, tapi yang akhlaknya indah.

Orang pintar, bukan yang punya banyak penghargaan dan predikat, tapi yang punya persiapan untuk negeri akhirat.

Orang bahagia, bukan yang tak pernah dapat ujian, tapi yang punya perisai sabar dan syukur dalam kehidupan.

.

Copast from the book: Quotes for Muslim (Kusnandar Putra).

*sebuah catatan pribadi & renungan diri


Cinta Allah

Ayat yang pertama kali disampaikan kepada manusia adalah anjuran untuk membaca. Dengan membaca, kita akan mendapatkan wawasan/ilmu. Ilmu itu tidak seperti uang yang disimpan di dompet atau seperti buku yang mungkin disimpan di rak buku. Tetapi Ilmu itu letaknnya di hati. Karena jika Allah memberikan rezeki berupa ilmu kepada manusia, maka tempatnya adalah di hati yang tidak butuh lemari atau kunci. Sehingga ilmu itu terjaga dalam hati, pikiran, dan raga. Di saat yang bersamaan pula, ilmu itu bisa menjadi penjaga manusia dari perkara yang buruk.

Sering kali aku berkonfrontasi dengan beberapa pihak termasuk orang tuaku karena perbedaan sudut pandang. Aku tidak menyalahkan adanya perbedaan pendapat, karena sudah pasti ilmu yang aku miliki berbeda dengan ilmu yang diyakini oleh pihak lain & bukan berarti ilmu yang aku pahami adalah yang paling benar karena pengalaman hidupku lebih sebentar daripada orang yang lebih kaya pengalaman hidup. Ketika kita dihadapkan pada berbagai pilihan tak tau mana yang paling benar atau salah, mungkin disaat itu pula aku cenderung memilih jalan aman dengan keputusan yang lebih mencintai Allah (dasar utama berdasarkan Al Qur’an & hadist) yang kemudian baru digabungkan dengan konsep ilmu non-agama. Aku sadar ilmu agamaku setitik bahkan belum maksimal mengamalkan ajaran-Nya. Tetapi hanya ilmu agama yang bisa membawaku pada kesuksesan di dunia & akhirat. Ilmu selain agama? Sudah dipastikan kesuksesannya bersifat sementara, yaitu dunia. Video di bawah ini  bisa jadi renungan bagi kita semua:

Baru aku sadari, beberapa keputusan yang pernah aku lakukan karena aku lebih mencintai Allah ketika dihadapkan perkara di dunia. Well, terkadang dampak dari keputusan yang aku pilih tidak bisa dirasakan hasilnya secara langsung dan saat itu juga (terkadang baru beberapa tahun kemudian atau mungkin di akhirat), tetapi aku selalu percaya Allah menepati janjinya atau tidak ingkar meskipun bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Tetapi yang namanya manusia itu makhluk lemah. Tak menutup kemungkinan imanku sedang menurun sehingga lalai, salah, dan lupa diri. Mungkin langkah yang tepat supaya iman tetap terjaga adalah bergaul dengan orang-orang baik & shaleh (senantiasa berada di lingkaran orang lurus). Sehingga jika aku salah, akan diluruskan atau dinasehati atau dimotivasi, bukan dijauhi atau dimusuhi. Aku bersyukur punya beberapa sahabat baik yang benar-benar sahabat telah menuntunku kepada kebaikan. Makasih yaa Allah, alhamdulillah. Aku cinta kalian karena Allah.

Screen Shot 2016-05-17 at 5.41.48 PM.

Satu tanda “ke-mukmin-an” seseorang adalah semakin rumit perjuangan yang dihadirkan. Kita sebaiknya yakin bahwa pertarungan tak pernah lebih rumit dari kemampuan (QS 2:286)


Happy

happy

I learned that If I’m happy, let others be happy, too. Just living like this will be enough, everyone knows it, too. I’m not someone who can give others happiness. So, I hope to lead a happy life myself, first. We need to be happy, before we can make others people happy. No matter what path everyone of you chooses in the future. Hope that path would lead to happiness as well. So, Lets live on happily!

 

Dalai Lama once said “the purpose of our lives is to be happy”


Rambut

Oke, berhubung gw sering nulis yang serius-serius, kali ini gw bakalan nulis yang agak santai.

Kebetulan hari ini gw baru saja melakukan perawatan rambut (sendiri di kosan). Sejak kecil diajarin nyokap, gw sering melakukan perawatan rambut dengan cara tradisional. Maklum orang-orang di rumah (termasuk keponakan) adalah keturunan pemikir, jadi rambutnya gak terlalu lebat & mudah rontok. Tapi alhamdulillah sih masih punya rambut hitam, lurus, & panjang. Sejak kecil, rambut gw di kepala sering diolesi santan kelapa atau kemiri yang disanrai atau lidah buaya. Hasilnya memang gak kalah dengan di salon sih, bahkan lebih murah.

Rambut adalah mahkota wanita. Bayangkan jika semua wanita di dunia ini botak? Gak usah botak deh, dipotong mirip cowok (cepak), contohnya di bawah ini. Tau gak ini siapa? Ini Anne Hathaway ketika memainkan peran di Les Miserables. 1st impression ya biasa aja kan, ya ga? Paling cuma liat hidungnya mancung, kulitnya putih, bibirnya merah. Intinya gak ada yang bisa bikin gemes-gemes kecup semanis permen lolipop gitu deh *apaan deh :))

anne-hathaway

Bandingkan ketika dia cantiknya disini! Auuuuuuum…..! Aaaaaaaak…….! Maintenance cost-nya berhasil nih nyonya, wkwkwk :)))

anne hathaway

anna

Mungkin yang fans berat Anne Hathaway bakalan rela jadi suami ke sekian karena doi cantik banget meskipun usianya sudah 30an thn, gw aja seneng banget liatnya sampe gw simpan foto itu di pinterest *laaah. Bukan bermaksud naksir cewek, tetapi kadang cewek-cewek cantik dengan gayanya yang chic bisa jadi inspirasi gw dalam bergaya sehari-sehari sih.

.

Yang jelas nih ye, kalau semua cewek di dunia ini botak. Kagak bakalan ada tuh ibu-ibu penjual jilbab atau penjual aksesoris jilbab. Kagak ada anjuran dalam agama islam disuruh pake jilbab bagi para wanita *mungkin sih ini, sotoy mode on. Islam pasti selalu punya alasan tanpa perlu dibuktikan untuk menganjurkan wanita untuk menutup aurat (perhiasan). Barusan googling, ada salah satu ayat di Al Qur’an (Surat An Nur ayat 31) dikatakan begini :

.

Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada dst……

.

Tanpa bermaksud percaya gak percaya dengan ayat tersebut sebelum menggunakan jilbab. Aku sadar ketika ngobrol dengan beberapa teman laki-laki pas SMA bagaimana gatelnya tangan mereka saat melihat rambut gw panjang terurai, katanya pengen dielus-elus. Bahkan selain rambut aja, pernah ada juga cowok yang seneng cuma liat kaki seorang wanita itu berhasil bikin jadi jatuh cinta, eh bujug! Tetapi yah ada juga sih cowok yang seneng liat cewek pake jilbab daripada terbuka kaya diobral, katanya lebih adem & lebih terhormat. Gw bahkan selalu merasa risih ketika ada cowok *bukan pacar gw* ngeliatin gw yang gimana-gimana banget, entah rasanya pengen gw tampar atau colok matanya aja, wkwkwk. Gw cuma seneng diliat sama cowok yang gw sayang, itu aja ko. Baru sadar pas SMA gw udah nampar cowok juga sih, wkwkwk Makanya dulu gw cuek banget sama penampilan sekarang juga masih sih tapi mendingan lah, alasannya biar g digoda sama cowok. Eh tetapi justru karena gw cuek sama penampilan, mantan gw lari ke wanita lain. Ampuuuun, apes dah :))) *tapi yah jadi belajar sih, penampilan itu penting.

.

Dari dulu (tepatnya sejak berjilbab) gw sebenarnya kasian sama makluk yang namanya laki-laki, karena godaan terbesar mereka itu wanita (bahkan ada hadist yang mengakuinya). Makanya gw selalu memaklumi kalau mata cowok itu jelalatan. Bahkan pastinya semua mantan gw juga begitu, hahaha. Kalau ndak kek gtu, yah gak normal, jangan-jangan mereka suka cowok lagi terus mungkin juga impoten >.< *kagak ada hubungannya :)). Yah mau gimana lagi, emang udah kodratnya sih yah. Gw bebasin dah tuh sekarang. Tapi yang jelas kalau udah jadi laki gw, kudu dijaga baik-baik dah tuh laki gw biar kagak ngelirik kemana-mana apalagi pelacur. Makanya istri harus bisa jadi pelacur biar suami ingetnya pelacur yang ada di rumah bukan di tempat lain, eaaaaak :)))

Ini ko ceritanya jadi kemana-mana, padahal awalnya ngebahas rambut, ahahaha

Oke lanjutin bagaimana cara gw merawat rambut yah yang sesekali gw lakukan 2 minggu sekali. Ini biasanya gw lakukan misalkan gw lagi males ke salon atau lagi pengen quality time sendiri (memanjakan diri sendiri).

Caranya :

  • Bilas & bersihkan rambut
  • Keringkan dengan handuk
  • Oleskan kulit kepala dengan masker rambut. Masker rambut itu harganya kisara +/- Rp.100.000 (bisa habis dalam 3-4 bulan). Kalau ndak mau menggunakan masket rambut, bisa mengguna yang lain. Contohnya kamu bisa baca artikel aku di halaman ini atau bisa juga dengan santan kelapa, lidah buaya, kemiri.
  • Selesai diolesi, kemudian pijat perlahan & merata agar meresap ke dalam akar rambut
  • Tutup rambut dengan kain, diamkan selama +/- 1 jam
  • Bilas rambut dengan air bersih
  • Bilas rambut dengan shampoo
  • Keringkan rambut dan rasakan perbedaanya, pokokknya jadi lebih bersih, seger, dan nyaman.

Okaaay sekian saja iseng-iseng tulisan gw malam ini. Apapun titipan Allah yang ada di badan kita, itu baiknya dijaga baik-baik, lebih bagus lagi cukup dinikmati oleh orang-orang terkasih dengan cara yang halal. Daaaagh & selamat mencoba! Night:)


Masa

Aku melihat dunia dalam tiga dimensi : masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa adalah waktu. Tuhan itu adil memberikan waktu kepada setiap manusia 24jam, ndak ada yang dikasih lebih atau kurang. Waktu yang begitu berharga bahkan lebih berharga daripada uang. Uang habis masih bisa dicari lagi. Sedangkan waktu berlalu, aku bisa cari kemana yah? Tak bisa aku pungkiri, aku sendiri belum bijaksana dalam memanfaatkan waktuku. Ada banyak orang-orang terbaik di sekitarku yang pernah aku abaikan, aku acuhkan, aku tidak prioritaskan, dll…. cuma karena alasan keogisan, kemalasan, kelelahan fisik, dan keluhan menghadapi hidup.

.

Apa yang paling aku ingat dari masa lalu?

Aku mencari-cari sendiri di dalam ingatan, di rongga waktu yang sudah aku lewati. Aku melihat gambaranku mulai dari yang paling membahagiakan sampai yang sedih (saat merasa ditampar Tuhan tahun 2004, 2007, 2010, 2013, 2016 —> baru sadar polanya ko setiap 3 tahun sekali yah, haha). Tamparan itu banyak sekali memberikan aku hikmah & pelajaran hidup. Namun, di atas semua itu kita menemukan diri sendiri, kita hidup dalam waktu bukan? Apapun kejadian di masa lalu itu semua akan berakhir. Pasti suatu hari nanti aku akan tertawa lepas atas pengalaman sedih/senang yang pernah aku alami. Ko yah dulu lebay banget yah, sampe nangis, sampe turun 1-2kg, sampe ngebolang sendirian ke jogja (pas kelas 2 SMA & kuliah), sampe gak doyan makan, wkwkwkwk

.

Apa yang paling aku risaukan masa kini?

Tentang masa depan. Tentang ekspektasi orang tersayang (orang tua) yang tidak bisa aku penuhi & itu bikin aku sedih. Tentang belahan jiwa. Tentang kuliah s2. Tentang bertanggung jawab atas pekerjaan di kantor. Tentang proses mencari panggilan hati dimana aku butuhnya apa ya, bukan aku inginnya apa ya. Tentang sulitnya mengendalikan diri. Tentang hakikat kebahagiaan itu ada di hati yang sebenarnya tidak bisa diganti dengan uang sebesar apapun. Tentang sifat-sifat negatifku. Tentang kurang fokus memperbaiki diri sendiri daripada menghabiskan waktu untuk menilai orang lain atau mendengarkan penilaian orang lain tentang diri sendiri, padahal saat dihadapan Allah yang ditanya adalah diri sendiri bukan orang lain, hiks banget bukan? T_T

.

Apa yang paling aku ketahui dari masa depan?

Akan jadi apa aku? Akan jadi apa anakku kelak? Akan seperti apa keluargaku? Barangkali aku & suamiku akan membangun cinta dari dalam rumah sesuai ajaran Al Qur’an dan Hadist Rasul demi menuju surga-Nya, mencintai pasangan sepenuh hati dengan segala kekurangannya, mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya, agar aku tidak dilupakan dan tak terlupakan.

Namun semua itu hanya akan berakhir di sebuah rumah masa depan yang bernama kuburan (1×2 meter). Disana mungkin akan tertulis batu nisan dengan nama, tanggal lahir, tanggal kematian kita semua. Mudah-mudahan orang akan mengenang hal-hal baik tentangku, mendoakanku, yang pernah hidup bersamaku dalam waktu. Oleh karena itu siapapun nanti anakku & suamiku tersayang, kalian adalah aset akhiratku. Aku akan sangat bersalah jika aku tidak mampu mendidik anak-anak menjadi manusia yang berakhlak baik, bermanfaat, soleh/solehah. Bunda tak minta hartamu tetapi Bunda minta kamu menjadi manusia bermanfaat, selalu shalat 5 waktu & doamu untuk orangtuamu ini nak, karena Bunda takut sama Allah, Bunda takut masuk neraka. Itu saja.

.

Pada akhirnya, dari semua keinginan diri sendiri, selalu saja ada kendali Tuhan yang menentukan aku kemana. Aku punya banyak keinginan, tetapi Tuhan lah yang paham atas apa yang aku butuhkan daripada yang aku inginkan. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita semua di jalan yang benar. Amiiin…. Bicara tentang masa, aku jadi teringat suatu ayat Al Asr (1-3) yang ada benarnya.

masa_4