Orang

11-billion-people

Orang kuat, bukan yang kuat fisik, tetapi yang kuat menahan amarah.

Orang kaya, bukan yang kaya harta, tapi yang kaya hati.

Orang bodoh, bukan yang IQ-nya rendah, tapi yang tak mau menyembah-Nya.

Orang mulia, bukan yang takhtanya megah, tapi yang akhlaknya indah.

Orang pintar, bukan yang punya banyak penghargaan dan predikat, tapi yang punya persiapan untuk negeri akhirat.

Orang bahagia, bukan yang tak pernah dapat ujian, tapi yang punya perisai sabar dan syukur dalam kehidupan.

.

Copast from the book: Quotes for Muslim (Kusnandar Putra).

*sebuah catatan pribadi & renungan diri


Cinta Allah

Ayat yang pertama kali disampaikan kepada manusia adalah anjuran untuk membaca. Dengan membaca, kita akan mendapatkan wawasan/ilmu. Ilmu itu tidak seperti uang yang disimpan di dompet atau seperti buku yang mungkin disimpan di rak buku. Tetapi Ilmu itu letaknnya di hati. Karena jika Allah memberikan rezeki berupa ilmu kepada manusia, maka tempatnya adalah di hati yang tidak butuh lemari atau kunci. Sehingga ilmu itu terjaga dalam hati, pikiran, dan raga. Di saat yang bersamaan pula, ilmu itu bisa menjadi penjaga manusia dari perkara yang buruk.

Sering kali aku berkonfrontasi dengan beberapa pihak termasuk orang tuaku karena perbedaan sudut pandang. Aku tidak menyalahkan adanya perbedaan pendapat, karena sudah pasti ilmu yang aku miliki berbeda dengan ilmu yang diyakini oleh pihak lain & bukan berarti ilmu yang aku pahami adalah yang paling benar. Namun ketika kita dihadapkan pada berbagai pilihan tak tau mana yang paling benar atau salah, mungkin disaat itu pula aku cenderung memilih jalan aman dengan keputusan yang lebih mencintai Allah (dasar utama berdasarkan Al Qur’an & hadist) yang kemudian baru digabungkan dengan konsep ilmu non-agama. Aku sadar ilmu agamaku setitik bahkan belum maksimal mengamalkan ajaran-Nya. Tetapi hanya ilmu agama yang bisa membawaku pada kesuksesan di dunia & akhirat. Ilmu selain agama? Sudah dipastikan kesuksesannya bersifat sementara, yaitu dunia. Video di bawah ini  bisa jadi renungan bagi kita semua:

Baru aku sadari, beberapa keputusan yang pernah aku lakukan karena aku lebih mencintai Allah ketika dihadapkan perkara di dunia. Well, terkadang dampak dari keputusan yang aku pilih tidak bisa dirasakan hasilnya secara langsung dan saat itu juga (terkadang baru beberapa tahun kemudian atau mungkin di akhirat), tetapi aku selalu percaya Allah menepati janjinya atau tidak ingkar meskipun bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Tetapi yang namanya manusia itu makhluk lemah. Tak menutup kemungkinan imanku sedang menurun sehingga lalai, salah, dan lupa diri. Mungkin langkah yang tepat supaya iman tetap terjaga adalah bergaul dengan orang-orang baik & shaleh (senantiasa berada di lingkaran orang lurus). Sehingga jika aku salah, akan diluruskan atau dinasehati atau dimotivasi, bukan dijauhi atau dimusuhi. Aku bersyukur punya beberapa sahabat baik yang benar-benar sahabat telah menuntunku kepada kebaikan. Makasih yaa Allah, alhamdulillah. Aku cinta kalian karena Allah.

.

Satu tanda “ke-mukmin-an” seseorang adalah semakin rumit perjuangan yang dihadirkan. Kita sebaiknya yakin bahwa pertarungan tak pernah lebih rumit dari kemampuan (QS 2:286)


Happy

happy

I learned that If I’m happy, let others be happy, too. Just living like this will be enough, everyone knows it, too. I’m not someone who can give others happiness. So, I hope to lead a happy life myself, first. We need to be happy, before we can make others people happy. No matter what path everyone of you chooses in the future. Hope that path would lead to happiness as well. So, Lets live on happily!

 

Dalai Lama once said “the purpose of our lives is to be happy”


Rambut

Oke, berhubung gw sering nulis yang serius-serius, kali ini gw bakalan nulis yang agak santai.

Kebetulan hari ini gw baru saja melakukan perawatan rambut (sendiri di kosan). Sejak kecil diajarin nyokap, gw sering melakukan perawatan rambut dengan cara tradisional. Maklum orang-orang di rumah (termasuk keponakan) adalah keturunan pemikir, jadi rambutnya gak terlalu lebat & mudah rontok. Tapi alhamdulillah sih masih punya rambut hitam, lurus, & panjang. Sejak kecil, rambut gw di kepala sering diolesi santan kelapa atau kemiri yang disanrai atau lidah buaya. Hasilnya memang gak kalah dengan di salon sih, bahkan lebih murah.

Rambut adalah mahkota wanita. Bayangkan jika semua wanita di dunia ini botak? Gak usah botak deh, dipotong mirip cowok (cepak), contohnya di bawah ini. Tau gak ini siapa? Ini Anne Hathaway ketika memainkan peran di Les Miserables. 1st impression ya biasa aja kan, ya ga? Paling cuma liat hidungnya mancung, kulitnya putih, bibirnya merah. Intinya gak ada yang bisa bikin gemes-gemes kecup semanis permen lolipop gitu deh *apaan deh :))

anne-hathaway

Bandingkan ketika dia cantiknya disini! Auuuuuuum…..! Aaaaaaaak…….! Maintenance cost-nya berhasil nih nyonya, wkwkwk :)))

anne hathaway

anna

Mungkin yang fans berat Anne Hathaway bakalan rela jadi suami ke sekian karena doi cantik banget meskipun usianya sudah 30an thn, gw aja seneng banget liatnya sampe gw simpan foto itu di pinterest *laaah. Bukan bermaksud naksir cewek, tetapi kadang cewek-cewek cantik dengan gayanya yang chic bisa jadi inspirasi gw dalam bergaya sehari-sehari sih.

.

Yang jelas nih ye, kalau semua cewek di dunia ini botak. Kagak bakalan ada tuh ibu-ibu penjual jilbab atau penjual aksesoris jilbab. Kagak ada anjuran dalam agama islam disuruh pake jilbab bagi para wanita *mungkin sih ini, sotoy mode on. Islam pasti selalu punya alasan tanpa perlu dibuktikan untuk menganjurkan wanita untuk menutup aurat (perhiasan). Barusan googling, ada salah satu ayat di Al Qur’an (Surat An Nur ayat 31) dikatakan begini :

.

Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada dst……

.

Tanpa bermaksud percaya gak percaya dengan ayat tersebut sebelum menggunakan jilbab. Aku sadar ketika ngobrol dengan beberapa teman laki-laki pas SMA bagaimana gatelnya tangan mereka saat melihat rambut gw panjang terurai, katanya pengen dielus-elus. Bahkan selain rambut aja, pernah ada juga cowok yang seneng cuma liat kaki seorang wanita itu berhasil bikin jadi jatuh cinta, eh bujug! Tetapi yah ada juga sih cowok yang seneng liat cewek pake jilbab daripada terbuka kaya diobral, katanya lebih adem & lebih terhormat. Gw bahkan selalu merasa risih ketika ada cowok *bukan pacar gw* ngeliatin gw yang gimana-gimana banget, entah rasanya pengen gw tampar atau colok matanya aja, wkwkwk. Gw cuma seneng diliat sama cowok yang gw sayang, itu aja ko. Baru sadar pas SMA gw udah nampar cowok juga sih, wkwkwk Makanya dulu gw cuek banget sama penampilan sekarang juga masih sih tapi mendingan lah, alasannya biar g digoda sama cowok. Eh tetapi justru karena gw cuek sama penampilan, mantan gw lari ke wanita lain. Ampuuuun, apes dah :))) *tapi yah jadi belajar sih, penampilan itu penting.

.

Dari dulu (tepatnya sejak berjilbab) gw sebenarnya kasian sama makluk yang namanya laki-laki, karena godaan terbesar mereka itu wanita (bahkan ada hadist yang mengakuinya). Makanya gw selalu memaklumi kalau mata cowok itu jelalatan. Bahkan pastinya semua mantan gw juga begitu, hahaha. Kalau ndak kek gtu, yah gak normal, jangan-jangan mereka suka cowok lagi terus mungkin juga impoten >.< *kagak ada hubungannya :)). Yah mau gimana lagi, emang udah kodratnya sih yah. Gw bebasin dah tuh sekarang. Tapi yang jelas kalau udah jadi laki gw, kudu dijaga baik-baik dah tuh laki gw biar kagak ngelirik kemana-mana apalagi pelacur. Makanya istri harus bisa jadi pelacur biar suami ingetnya pelacur yang ada di rumah bukan di tempat lain, eaaaaak :)))

Ini ko ceritanya jadi kemana-mana, padahal awalnya ngebahas rambut, ahahaha

Oke lanjutin bagaimana cara gw merawat rambut yah yang sesekali gw lakukan 2 minggu sekali. Ini biasanya gw lakukan misalkan gw lagi males ke salon atau lagi pengen quality time sendiri (memanjakan diri sendiri).

Caranya :

  • Bilas & bersihkan rambut
  • Keringkan dengan handuk
  • Oleskan kulit kepala dengan masker rambut. Masker rambut itu harganya kisara +/- Rp.100.000 (bisa habis dalam 3-4 bulan). Kalau ndak mau menggunakan masket rambut, bisa mengguna yang lain. Contohnya kamu bisa baca artikel aku di halaman ini atau bisa juga dengan santan kelapa, lidah buaya, kemiri.
  • Selesai diolesi, kemudian pijat perlahan & merata agar meresap ke dalam akar rambut
  • Tutup rambut dengan kain, diamkan selama +/- 1 jam
  • Bilas rambut dengan air bersih
  • Bilas rambut dengan shampoo
  • Keringkan rambut dan rasakan perbedaanya, pokokknya jadi lebih bersih, seger, dan nyaman.

Okaaay sekian saja iseng-iseng tulisan gw malam ini. Apapun titipan Allah yang ada di badan kita, itu baiknya dijaga baik-baik, lebih bagus lagi cukup dinikmati oleh orang-orang terkasih dengan cara yang halal. Daaaagh & selamat mencoba! Night:)


Masa

Aku melihat dunia dalam tiga dimensi : masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa adalah waktu. Tuhan itu adil memberikan waktu kepada setiap manusia 24jam, ndak ada yang dikasih lebih atau kurang. Waktu yang begitu berharga bahkan lebih berharga daripada uang. Uang habis masih bisa dicari lagi. Sedangkan waktu berlalu, aku bisa cari kemana yah? Tak bisa aku pungkiri, aku sendiri belum bijaksana dalam memanfaatkan waktuku. Ada banyak orang-orang terbaik di sekitarku yang pernah aku abaikan, aku acuhkan, aku tidak prioritaskan, dll…. cuma karena alasan keogisan, kemalasan, kelelahan fisik, dan keluhan menghadapi hidup.

.

Apa yang paling aku ingat dari masa lalu?

Aku mencari-cari sendiri di dalam ingatan, di rongga waktu yang sudah aku lewati. Aku melihat gambaranku mulai dari yang paling membahagiakan sampai yang sedih (saat merasa ditampar Tuhan tahun 2004, 2007, 2010, 2013, 2016 —> baru sadar polanya ko setiap 3 tahun sekali yah, haha). Tamparan itu banyak sekali memberikan aku hikmah & pelajaran hidup. Namun, di atas semua itu kita menemukan diri sendiri, kita hidup dalam waktu bukan? Apapun kejadian di masa lalu itu semua akan berakhir. Pasti suatu hari nanti aku akan tertawa lepas atas pengalaman sedih/senang yang pernah aku alami. Ko yah dulu lebay banget yah, sampe nangis, sampe turun 1-2kg, sampe ngebolang sendirian ke jogja (pas kelas 2 SMA & kuliah), sampe gak doyan makan, wkwkwkwk

.

Apa yang paling aku risaukan masa kini?

Tentang masa depan. Tentang ekspektasi orang tersayang (orang tua) yang tidak bisa aku penuhi & itu bikin aku sedih. Tentang belahan jiwa. Tentang kuliah s2. Tentang bertanggung jawab atas pekerjaan di kantor. Tentang proses mencari panggilan hati dimana aku butuhnya apa ya, bukan aku inginnya apa ya. Tentang sulitnya mengendalikan diri. Tentang hakikat kebahagiaan itu ada di hati yang sebenarnya tidak bisa diganti dengan uang sebesar apapun. Tentang sifat-sifat negatifku. Tentang kurang fokus memperbaiki diri sendiri daripada menghabiskan waktu untuk menilai orang lain atau mendengarkan penilaian orang lain tentang diri sendiri, padahal saat dihadapan Allah yang ditanya adalah diri sendiri bukan orang lain, hiks banget bukan? T_T

.

Apa yang paling aku ketahui dari masa depan?

Akan jadi apa aku? Akan jadi apa anakku kelak? Akan seperti apa keluargaku? Barangkali aku & suamiku akan membangun cinta dari dalam rumah sesuai ajaran Al Qur’an dan Hadist Rasul demi menuju surga-Nya, mencintai pasangan sepenuh hati dengan segala kekurangannya, mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya, agar aku tidak dilupakan dan tak terlupakan.

Namun semua itu hanya akan berakhir di sebuah rumah masa depan yang bernama kuburan (1×2 meter). Disana mungkin akan tertulis batu nisan dengan nama, tanggal lahir, tanggal kematian kita semua. Mudah-mudahan orang akan mengenang hal-hal baik tentangku, mendoakanku, yang pernah hidup bersamaku dalam waktu. Oleh karena itu siapapun nanti anakku & suamiku tersayang, kalian adalah aset akhiratku. Aku akan sangat bersalah jika aku tidak mampu mendidik anak-anak menjadi manusia yang berakhlak baik, bermanfaat, soleh/solehah. Bunda tak minta hartamu tetapi Bunda minta kamu menjadi manusia bermanfaat, selalu shalat 5 waktu & doamu untuk orangtuamu ini nak, karena Bunda takut sama Allah, Bunda takut masuk neraka. Itu saja.

.

Pada akhirnya, dari semua keinginan diri sendiri, selalu saja ada kendali Tuhan yang menentukan aku kemana. Aku punya banyak keinginan, tetapi Tuhan lah yang paham atas apa yang aku butuhkan daripada yang aku inginkan. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita semua di jalan yang benar. Amiiin…. Bicara tentang masa, aku jadi teringat suatu ayat Al Asr (1-3) yang ada benarnya.

masa_4


Mengajar

Pernahkah kamu merasa kehadiranmu sangat dinantikan anak kecil? Sekitar seminggu lalu, Ibuku mengatakan bahwa aku dicari Andaru (keponakanku yang paling ganteng usianya sekitar 4,5thn). Kata Ibu pesan dari Andaru, “Tante Renny mana eyang, ko lama gak ke sini?”. Indah bukan, hehe ^^ Ada perasaan bahagia ketika kehadiran kita sangat dinantikan oleh orang lain yang kita sayangi. Hal tersebut menandakan, kita memiliki kesan positif di mata mereka, ya dirindukan. Kalau mereka tidak menyayangi kita, itu artinya mereka tidak senang atau cuek terhadap kehadiran kita.

.

Aku jadi teringat kisah lain. Dulu ada anak kecil namanya Rara. Dia tinggal di samping rumah orang tuaku sejak dari lahir sampai usia kira-kira 3 tahun. Ibuku sosok wanita yang paling berbakat memikat hati anak kecil alhasil Rara itu sudah seperti anak ketiga di rumah. Rara senang menantikan aku pulang dari kampus saat sore hari. Dia suka berlari-lari kecil dari ujung rumah sambil berteriak “Mbak Renny! Mbak Renny!”, kemudian dia menjemputku padahal aku baru jalan kaki beberapa meter sejak turun angkot, haha Anak kecil memang lucu, polos, bebas, dan tanpa beban yah.

.

Berlanjut ke kisah Andaru. Hari itu aku mengunjungi rumah Mas Agung (kakakku) dan membawa donut Jco. Beberapa detik saat aku membuka gerbang tralis besi depan rumah, terdengar suara Andaru yang ramai, yaitu: “Tante Renny, tante renny, tante renny…!”. Pintu depan rumah dibukakan oleh Andaru. Aku berikan donat kepadanya. Aku disambut dengan wajah keceriaan bocah kicik, salim tangan kanan, dilanjutkan cium pipi sampe puas, haha. Dia girang bukan main. Buatku, saat itulah moment yang paling berharga. Well, keceriaan anak kecil buatku selalu menjadi obat penawar. Kenapa? Biasanya aku bermain dengan Andaru saat aku sakit yang berasal dari pikiranku yang butek karena masalah orang dewasa, hahaha :p Setelah bermain dengannya, alhamdulillah kejiwaanku menjadi lebih damai dan lebih cerah. Hal ini sudah sering kali aku lakukan sejak Andaru lahir hingga sekarang. Memang keceh banget yah anak kecil, hehe.

.

Saat aku berkunjung, Andaru sedang belajar menulis huruf (ditemani Ibuku). Akhirnya kita bertiga belajar bersama. Ada sebuah kejadian menarik hari itu yang mungkin bisa jadi bahan renungan bagi diri sendiri. Well, mengajar anak kecil itu berbeda dengan orang dewasa dan itu sulit. Kita tidak boleh mengukur kualitas anak-anak dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan. Kita harus sabar, penuh pengertian dan penuh trik psikologis bernilai positif. Kita sebagai calon orang tua baiknya tidak boleh membuatnya tertekan dengan nada ancaman ketika mereka melakukan kesalahan. Pada kondisi ini kita dibutuhkan kemampuan berbicara dengan kata-kata yang baik, ramah, dan membangun/merangsang agar maju atau bukan malah menjatuhkan mentalnya hanya karena melakukan kesalahan kecil. Mental anak kecil itu belum sekuat orang dewasa dan perasaan mereka itu sangatlah sensitif. Pengalaman yang tidak baik saat kecil, akan berdampak pada pembentukan karakternya saat dewasa nanti.

.

Aku pernah membaca artikel tentang ilmu otak yang membuktikan otak manusia itu tidak statis, kadang bisa mengerucut atau sebaliknya. Semua itu tergantung dari pesan yang diterima, apakah bersifat ancaman/ketakutan atau dukungan positif yang diperoleh dari sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, namun sebaliknya juga dapat menurun menjadi bodoh. Sepertinya ini bisa jadi evaluasi pribadi kalau aku pastinya pernah mengeluarkan kata yang menyakiti orang lain, astaghfirullah & maapkeun >.< Ini juga bisa jadi catatan kecil di masa depan ketika mengajar anak-anak atau berinteraksi dengan orang lain, baiknya dengan mendorong kemajuan bukan menabur kata hinaan bernada ancaman atau ketakutan.

.

Renungan lain dari hasil mengajar bocah kicik adalah: kita tau pada umumnya predikat prestasi itu dilihat dari angka-angka di rapor meskipun itu semu. Ada bagian lain yang tak kalah penting, yaitu pemahaman akan esensi & prosesnya saat menuntut ilmu yang pada akhirnya menentukan keaslian dan kualitas prestasi individu. Sebagai contoh Andaru yang sedang menulis huruf A. Kita semua paham bagaimana menulis huruf “A”, yaitu garis kiri dari pangkal atas ke bawah, lalu garis kanan dari pangkal atas ke bawah, kemudian garis tengah horizontal. Andaru sebenarnya sudah bisa menulis huruf A tetapi dia sudah berkali-kali melakukan kesalahan. Misalkan, membuat garis horizontal terlebih dahulu atau dimulai garis tegak dari bawah ke atas, dll. Well, itu gak salah, bahkan bisa dikatakan Andaru sudah mendapat nilai 100 berhasil membuat huruf A. Tetapi, apakah prosesnya sudah benar? Tentu saja tidak. Sama halnya jika kita mendapat nilai 100, apakah kita paham esensi ilmunya atau sekedar menghapal cara menjawab yang benar. Itulah yang namanya proses pembelajaran. Terkadang untuk menjadi orang pintar/cerdas dan berkarakter itu memang perlu menjadi orang bodoh terlebih dahulu.

IMG_20160311_170958

Selesai menemani Andaru belajar, kita makan donat bersama. Selesai makan donat, Andaru memintaku untuk membacakan buku cerita dongeng dalam bahasa inggris yang memiliki efek suara. Ini buku ko keren banget yaak, hahaha Sebelum aku pulang, aku akhiri pertemuan hari itu dengan selfie bersama. Andaru bilang, “Kata bunda, kalau difoto tuh senyum terus mingkem“. Ini dia fotonya, uhuk hehe Peace, love & happy!  ^^

with andaru

Akhir kata, demikianlah kisah menarik yang sekiranya bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Semoga catatan ini bisa jadi catatan kecil di kemudian hari ketika aku mendidik anak-anakku tersayang. Amiin & semangat!:)


Dunia

Well, aku punya kebiasaan sesekali menafsirkan ayat Al Qur’an, entah deh benar atau enggak hasil tafsirannya, haha. Sebenarnya hal ini seringkali aku lakukan karena aku memiliki hobi berpikir/menganalisa. Selain itu, aku belajar dari mentorku yang menerangkan dan menafsirakan ayat-ayat tertentu sewaktu liqo dulu. Jadi sekitar beberapa hari yang lalu, aku membaca sebuah ayat yang menarik untuk di bahas. Disitu diterangkan :

.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) (Al Imran: 14).

.

Ya, dapat disimpulkan bahagia dunia ini sementara, akhirat lah yang kekal. Dunia? Sebenarnya telah disebutkan oleh hal-hal yang telah disebutkan pada ayat di atas. Pertama, keluarga yang mencakup anak dan istri (makna istri tentunya bisa diganti dengan suami bagi kaum perempuan). Kedua, harta kekayaan dalam wujud: emas, perak (perhiasan), kuda (mungkin itu maksudnya kendaraan kali yah), binatang ternak dan sawah ladang (mungkin itu maksudnya agrobisnis atau bisnis usaha kali yah). Tak bisa dipungkiri ketika aku melakukan refleksi diri. Maka, ayat tersebut ya memang benar jika kita melihat realitas di dalam kehidupan sehari-hari, baik membayangkan ke diri sendiri atau mengamati orang lain *meskipun aku belum menikah, ndak punya perhiasan, ndak punya kendaraan, ndak punya bisnis usaha, tapi punya banyak dosa & banyak salah dengan orang lain :p. Jadi keluarga dan harta kekayaan memang akan selalu menjadi dambaan manusia hingga kapanpun selama masih hidup.

.

Islam sering kali membahas baik dan buruknya dengan membandingkan sisi positif (azas manfaat) dan sisi negatif (azas mudharat). Sama halnya dalam dunia ekonomi bisnis lalalala…., bisa diumpamakan seperti cost and benefit analysis dalam setiap pengambilan keputusan, hehe. Dalam sisi manfaat, harta kekayaan baiknya digunakan dalam konteks ibadah, seperti: zakat, haji, dan jihad fisabilillah (berjuang di jalan Allah). Hal ini juga tertuang dalam surat Al Hujarat:15, disebutkan :

.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu dan mereka berjuang dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar (Al Hujara:15).

.

Dalam sisi mudharatnya, Allah juga mengingatkan bahaya harta bagi manusia yang tertuang dalam surat Al Munafiquun:9, disebutkan:

.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi (Al Munafiquun:9).

dunia-akhirat

Dunia ini sepertinya akan menjanjikan keberkahan bagi yang senantiasa dekat dengan Allah, namun sebaliknya dunia akan memperbudak manusia yang lalai terhadap Allah. Bagi manusia yang senantiasa mengingat Allah dalam niat dan aktivitasnya, yaitu selalu menjaga diri agar seluruh energi dan konsentrasi yang dimiliki semata-mata untuk Allah. Dengan kata lain, bagaimana menjaga niat semata-mata karena Allah SWT. Maksudnya, menjaga niat untuk beramal seoptimal mungkin di dunia guna memanen hasil di masa depan akhirat.

.

Aku mencoba menerapkan perintah Allah tersebut. Sebagai contoh saat bekerja: Jujur, pada awalnya niat paling utama bekerja di BL adalah bukan karena gaji. Beneran loh ini, cius! Bagiku, gaji itu adalah niat sekunder. Kalaupun aku mengejar gaji, dari dulu aku akan berjuang semangat 45 bisa diterima bekerja di perusahaan multinasional ex. IBM, Accenture, Nielsen, BCG, EY, PWC, Samsung R&D, dll. Aku ingin bekerja dimana kontribusi yang aku lakukan bisa langsung aku rasakan manfaatnya bagi orang lain dan aku mendapat ilmu yang banyak, as simple as that. Aku percaya bahwa gaji akan meningkat seiring waktu dan skill yang dimiliki seseorang selama orang tersebut senantiasa mau belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Ada intuisi dan keyakinan dalam diri ketika pertama kali mendapatkan tawaran bergabung di BL. Namun risikonya, aku akan menerima fasilitas dan kompensasi yang lebih kecil dari tempat bekerja sebelumnya. Hal ini sempat menjadi perdebatan antara aku dengan kedua orang tuaku. Pada awal-awal berkerja di BL, mereka melihatku seperti tidak memiliki karir yang menjanjikan di masa depan. Segala keraguan yang dilihat orang tua, aku harus buktikan karena aku yakin dengan apa yang aku putuskan dengan melihat peluang, perhitungan dan prediksi BL di masa depan. Kini Bukalapak sudah menjadi perusahaan yang bisa dikatakan semakin baik dan semoga semakin baik lagi. Aku senang menjadi bagian dari perjalanan dan pertumbuhan BL. Aku juga merasa bersyukur beberapa tahun bertahan di BL telah membuahkan hasil, dimana: aku bekerja tidak hanya mampu bermanfaat bagi orang lain, tetapi banyak sekali ilmu dan teman yang aku peroleh, dan gaji maupun fasilitas yang lebih dari cukup. Yang paling berkesan tidak terlupakan ketika aku mendengar respon pelapak (dyansyah). Aku selalu ingat senyum ketulusan dari keluarga sederhana itu dimana 2-3 kali tanpa disengaja aku bertemu dia bersama anak-anaknya. Dyansyah mampu membeli rumah dan membiayai operasi anaknya yang sakit jantung bocor dari hasil keuntungan berjualan online. Jadi balik lagi ke pertanyaan niat hidup dalam bekerja: Aku bekerja untuk apa yah? Mendapat ilmu sebanyak-banyaknya atau menabung agar uangnya bisa diivestasikan untuk hal produktif lain atau menanti gaji di akhir bulan atau mengumpulkan bekal pahala di akhirat atau atau memperluas pertemanan agar membuka rezeki baru yang lain atau hal lain apapun itu terserah aku, hehe :p

.

Contoh lain misalnya, bila ada dua orang yang masing-masing mempunyai uang senilai ratusan juta, orang pertama digunakan untuk berdagang dan orang kedua menggunakan untuk membangun masjid. Lantas apakah dapat disimpulkan orang kedua adalah orang yang mengabdi kepada Allah? Ya, belum tentu. Sangat mungkin orang pertama yang lebih mengabdi kepada Allah sebab niatnya karena Allah dan digunakan untuk menafkahi keluarga, selalu shalat, dan membayar zakat. Orang kedua tergolong orang yang lalai karena niatnya ingin menarik simpati masyarakat dalam rangka pemilihan umum.

.

Ok sekian tulisan kali ini. Tulisan ini bukan bermaksud mengajari atau sok-sok-an, tulisan ini adalah sebagai pengingat diri sendiri sebab masih banyak yang perlu diperbaiki, salah satunya menjaga stabilitas niat menuntut ilmu karena aku lagi males-malesan belajar, haha. Semoga tulisan ini bermanfaat & ayo semangat UTS! #eh