Biasakan

Awali dengan basmalah, menyapa dan memasuki tempat dengan ucapkan As-salamu’alaykum, isi waktu luang dengan istighfar, dan menenangkan hati dengan baca Al Qur’an, kaya dengan bersedekah, belajar dengan dipahami.

*note to my self.


Manfaat

screen-shot-2016-10-01-at-9-23-36-pm

diajarin tentang teori menjadi manusia bermanfaat pertama kali sewaktu kuliah dulu (liqo).

Makasih kaka mentor🙂


Heart

curahan-hati

The key is in the heart belongs to Allah SWT.

If our heart is right, then: attitude, expression, words, behaviour, body & soul…

Insyaallah those are also right, even in the world and life after.

Amiiin…


Tadabbur

al-quran.jpg

Semakin sering membaca Al Qur’an, semakin sering memahami tafsir dari ayat demi ayat Al Qur’an, semakin hanya bisa menangis & merasa kita manusia yang tak berdaya…

Yaaallah, maafin aku…

‘Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaih’


Saat mencapai umur 28 tahun, aku…

Saat mencapai umur 1 tahun, aku dalam belaian, manjaan dan perlindungan kasih sayang keluarga.

Saat mencapai umur 2 tahun, aku selalu menirukan hal-hal yang diajarkan oleh orangtuaku dan mas agung (kakakku).

Saat mencapai umur 3 tahun, aku merasakan berbagai usilan-jahilan kakakku padaku yang kadang aku tidak suka dan bahkan sampai aku menangis.

Saat mencapai umur 4 tahun, aku belajar membaca, menulis, bernyanyi, menari.

Saat mencapai umur 5 tahun, aku iri dengan teman-temanku yang selalu dijemput, dirapihkan+disipakan segala macam ketika sebelum/selesai berenang. Sedangkan aku? Sendiri.

Saat mencapai umur 6 tahun, aku menjadi pemimpin paduan suara di TK, ketua pemimpin gerak jalan, pemimpin upacara 17 agustus dihadapan murid TK sekecamatan Cilandak. Aku sempat mengatakan kepada ibu “bu nilainya renny 9 kan yaa, soalnya tadi sempet salah ngucap 1 x (means 10-1 kesalahan = 9…hahaha dodol)” . Selain itu, aku mengikuti pentas menari & menjadi murid TK teladan.

Saat mencapai umur 7 tahun, aku belajar tanggung jawab atas barang milik orang lain. Aku ikut serta dalam pentas menari di sekolah. Aku diomelin oleh kakak kelasku karena lupa mengembalikan kostumnya dan tertinggal di ruang uks beberapa hari.

Saat mencapai umur 8 tahun, aku merasa kecewa karena nilai matematikaku 0, lalu diomelin sama ibu. Aku belajar memaafkan dan menjaga hubungan baik antar teman. Kenapa? Aku pernah tidak sengaja tabrakan dengan temen sewaktu maen tak jongkok dan dia terluka.

Saat mencapai umur 9 tahun, aku punya ingin menjadi seorang dokter atau guru seperti ibuku. Aku membuka taman bacaan di samping rumah yang disewa Rp.50,-/majalah. Aku berjualan permen dan es lilin yang dibuat sendiri. Aku bermain layangan yang dibuatkan oleh mas Agung. Kita bermain di atas mesjid atau di atas rumah sampai matahari sudah tidak menampakkan cahayanya. Keliling kampung antar RT naik sepeda bersama teman-teman. Aku membuat tas-tas dari kardus bekas untuk digunakan bermain ibu-ibuan/masak-masakan.

Saat mencapai umur 10 tahun, aku punya mimpi sekolah di luar negeri dan menjadi astronot. Aku sering mengajari bocah-bocah sekitar rumah untuk menulis-membaca-berhitung-mengaji-shalat bersama dengan bermain sebagai guru & murid.

Saat mencapai umur 11 tahun, aku memilih sesuatu yang lebih baik dan berguna untuk diriku, yaitu dengan keluar dari geng cewek-cewek di sekolah.  Selain itu, aku pernah difitnah oleh guruku sendiri dihadapan murid-murid kelas lain, sungguh aku malu sekali.

Saat mencapai umur 12 tahun, aku ingin menjadi anak baik & berprestasi seperti kakakku (mas Agung). Dia adalah abang gw yang paling keren-ganteng. Tapi sayangnya lu itu kadang nyebelin, hehe Tetapi gw tetep sayang sama lu masbro🙂

Saat mencapai umur 13 tahun, aku menjadi anak SMP yang kuper (sekolah-pulang-belajar-sekolah-pulang-belajar).

Saat mencapai umur 14 tahun, aku dilema antara kepentingan bermain basket dan belajar (sekolah). Nilai rapotku turun dan diomeli oleh kedua orang tua. Aku sedih, ketika tidak diikutsertakan oleh pelatihku untuk bergabung di pertandingan basket tingkat nasional, padahal aku sudah rajin latihan.

Saat mencapai umur 15 tahun, pertama kalinya nolak cowok. Alasannya? Aku mau belajar untuk masuk SMA unggulan. Orang tuaku tidak mengizinkanku sekolah di SMA 8 atau 70 dengan alasan jauh. Kebetulan abangku juga almamater 34, jadi aku mengikuti jejaknya saja.

Saat mencapai umur 16 tahun, aku punya tekad menjadi juara kelas supaya masuk UI tanpa tes seperti abangku. Aku bergabung di ekskul mading sekolah dan diomelin senior karena males nyari tanda tangan, haha Aku kembali bergabung di tim basket sekolah. Kebetulan teman-teman basketku saat SMA, juga berasal dari SMP yang sama denganku.

Saat mencapai umur 17 tahun, masa terindah : persahabatan & kompak. Sering sekali memenangkan berbagai kompetisi basket di tingkat Jakarta bahkan nasional. Aku memiliki banyak teman di dalam dan luar sekolah.

Saat mencapai umur 18 tahun, terima kasih kepada Allah yang memberikan hidayah dalam menentukan masa depan kuliah. Terima kasih kepada teman-teman seperjuangan menggapai masa depan kuliah (hidup! xii.ipa-1 yang duduk barisan paling kiri). Aku merasakan tangisan bahagia orang tua karena anaknya diterima di UI tanpa tes sama seperti kakaku, itu rasanya surga ^^

Saat mencapai umur 19 tahun, aku merasakan lingkungan perkuliahan yang sangat berbeda dengan masa SMA. Terlalu banyak orang pintar, cerdas, rajin dan paling menyebalkan adalah orang dengan ego individualis. Aku stress di Fasilkom.

Saat mencapai umur 20 tahun, mulai berpikir & muncul jiwa-jiwa idealis. Aku ingin menjadi apa? Kuliah sulit & kurang minat (khususnya programming).

Saat mencapai umur 21 tahun, aku merasakan semakin memiliki banyak peran, semakin besar tanggung jawabnya. Satu periode yang lebih mengorbakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri sendiri. IP semester enam yang paling rendah dari semua semester. Alhamdulillah juga, aku mendapat hidayah menggunakan jilbab.

Saat mencapai umur 22 tahun, aku mengalami satu step dalam hidup yang tidak terlupakan, yaitu “kedewasaan, ikhlas, bijaksana, sabar” dalam menyikapi persoalan. Makasih semua yang sudah menemaniku disaat susah. Aku belajar tentang komitmen & kesetiaan, itu harganya sangat mahal.

Saat mencapai umur 23 tahun, aku hanya fokus pada satu hal : lulus predikat cumlaude. Semua ini aku persembahkan untuk kedua orangtuaku tercinta & tersayang. Alhamdulillah tercapai🙂

Saat mencapai 24thn, aku ingin menjadi diriku sendiri. Aku merasa selama ini, hidupku terlalu terpaku sama sosok my older brother yang paling keren. Aku meninggalkan zona nyaman tetapi fokus kepada hal-hal yang aku cintai (kepuasan batin tercapai). Mencari pekerjaan yang dapat mendukung life management plan in the future.

Saat mencapai 25thn, fokus pada 2 hal :  1. Masterpiece 2. Menemukan rencana hidup yang baru menurut panggilan jiwa. Aku ingin S2 di business school.

Saat mencapai 26thn, tiada hari tanpa : belajar, bermain, bereksperimen, bekerja, bergaul, bermanfaat, dll (kerja, toefl, gmat, les, dll). Bersyukur memiliki ortu & brother yang punya hati mulia karena memberikan hadiah gak kira-kira, alhamdulillah.

Saat mencapai 27thn, Ini ajaib! Aku bertemu seseorang teman yang berhasil mengalihkanku dari bayangan seseorang di masa lalu selama 3thn terakhir.

Saat mencapai 28thn, mengalami beberapa peristiwa perang hati-batin-makhluk: ada yang datang tanpa diundang +/- 10thn terakhir, ada yang pergi, ada yang meninggal, hiks. Hijrah mendekatkan diri ke Sang Maha (kuliah) Itu semua takdir, mungkin itu cara Allah menegurku dan memberikan hidayah kepadaku, alhamdulillah.

Dedicated to : Orang-orang hebat & tersayang yang selalu menemaniku🙂


Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff :
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah (6x)

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Dan tak kenal putus asa (2x)


Adab

adab

Suatu hari aku membaca sebuah artikel. Menurutku isinya sangat menarik dan sebagai pengingat diri sendiri yang terlalu sombong dalam menuntut ilmu dan sering lalai dari akhlak yang tidak beradab. Astaghfirullahal’adzim

 

Menuntut Ilmu, Pelajari Adab dulu

Iman dan adab tidaklah dapat dipisahkan, seorang penuntut ilmu harus beradab ketika menerima ilmu dari gurunya. Beradab terhadap gurunya, beradab dengan teman-temannya, bahkan beradab terhadap buku yang dia pelajari.

 

Saya tidak tertarik lagi pada orang yang berilmu tinggi.

Sebab saya telah berjumpa seorang ustadz, tapi mudah sekali berprasangka buruk.

Sebab saya telah bertemu seorang aktivis dakwah, namun seenaknya menggunakan amanah.

Sebab saya telah berjumpa pengusaha syariah, tapi tak menunaikan haji.

Bukan, mereka bukan orang-orang bodoh.

Bukan rendah pendidikan.

Bukan pula kurang tsaqafah (mahir).

Mereka cuma minus adab.

Sesuatu yang membuat ilmu-ilmu mereka terasa tak ada gunanya. Belaka pemanis dan pelengkap nama besar saja.

Miris…

Mungkin itu sebabnya Ibn al-Mubarak pernah berkata,

Kami lebih baik membutuhkan sedikit adab daripada ilmu yang banyak.

adab menuntut ilmu