Jilbab

hijab-siluet

OK, Izinkanlah aku akan berbagi cerita tentang aku memutuskan untuk memakai jilbab. Aku menggunakan jilbab sejak pertengahan tahun 2009 (kuliah tingkat 3 semester ganjil). Sebelum memakai jilbab, hampir semua pakaianku berukuran agak besar yang tidak terlalu membentuk badan (intinya tidak ngetat, tidak terbuka dan juga tidak terlalu kebesaran). Gayaku sebelum memakai jilbab: rambut hitam panjang terurai/kadang dikuncir pony tail dengan poni samping, sesekali menggunakan kaca mata (padahal cuma minus 1/4 ahahaha *intinya cuma buat gaya-gayaan doang dah supaya terkesan cool & smart), celana jeans sesekali rok selutut, flat shoes, atasan kaos/kemeja polo shirt –> intinya gaya gw banget dah (sayangnya pas kuliah udah lepas behel, pasti tambah keren & lucu gimana gtu kalau pake behel, ahahaha #fail

Berikut ini beberapa alasan & kejadian yang menyebabkan aku semakin mantap berjilbab:

  1. Sejak 2008, setiap jumat aku mengikuti liqo (alhamdulillah punya mentor yang baik). Dimulai dari mentoring, aku menggunakan jilbab setiap Jumat, meskipun menurutku menggunakan jilbab terlihat old school (kuno). Suatu hari, kakak mentorku yang baik hati menyarankanku menggunakan jilbab setiap hari. Aku hanya bilang “iya ka, iya ka”. Yang paling aku pikirkan adalah “duh ko panas banget yaa kalau main basket pake jilbab”, hahaha
  2. Aku baru saja putus (broken heart). Salah satu alasan putus adalah alasan agama. Dia mengatakan, islam tidak mengenal pacaran *intinya gitu deh, tak perlu diceritakan lebih detail. Sebab asal muasal itulah aku mencari tau, yang pada akhirnya aku memahami kenapa islam menganjurkan wanita muslimah memakai jilbab *browsing sana-sini, curhat ke mentor, menafsir kandungan ayat Al Quran, dll* Alhamdulillah dapet hidayah habis putus pacaran, haha
  3. Suatu hari ada rapat kerja BEM di puncak. Aku sekamar dengan beberapa wanita yang diantaranya menggunakan jilbab. Disitu aku mengamati, subhanallah ternyata wanita yang melepas jilbab itu lebih cantik dari aslinya yaa. Itulah mengapa keindangan seorang wanita baiknya ditutup, bukan untuk dipamerkan.
  4. Aku mencoba menggunakan jilbab 2x dalam seminggu. Suatu hari bukan di hari Jumat dimana aku berjilbab. Ada beberapa orang yang mengatakan “Alhamdulillah, renjay udah resmi pake jilbab.” Kemudian aku hanya diam tersenyum, bingung berkata apa. Akhirnya di hari besoknya tanpa menyakiti orang-orang yang merespon positif perubahan dalam diriku, aku memutuskan menggunakan jilbab setiap hari (meskipun stok pakaian panjang & jilbab bisa dikatakan masih sedikit). Tapi aku percaya, insyallah selama punya niat baik, pasti dimudahkan jalannya.
  5. Sebelum pake jilbab, setiap berangkat kuliah saat melewati jalan kober aku sering disapa oleh abang-abang dengan sapaan yang kurang sopan. Namun sejak aku berjilbab, orang-orang tersebut menyapaku dengan “Assalamualaikum”. Dari situ aku membuktikan, jilbab membuat image seseorang menjadi dihormati dengan baik dan terjaga.
  6. Aku kuliah di kampus yang mayoritas laki-laki. Di awal perkuliahan tingkat 3 semester ganjil, aku punya peran menjadi Penanggung Jawab Mentor Pembinaan Mahasiswa Baru (PMB) selama satu semester sehingga aku harus bisa memberikan contoh yang baik ke adek-adek kelas maupun sesama anggota mentor lainnya. Terkadang muncul perasaan insecure diantara para laki-laki meskipun mereka tidak macam-macam terhadapku.

Yaa begitulan singkat cerita kenapa aku memutuskan berjilbab. Aku bersyukur karena kedua orang tuaku adalah orang yang sangat demokratis, mereka tidak pernah memaksakan anak-anaknya menggunakan jilbab. Mereka membebaskan anak-anaknya namun aku harus bertanggung jawab atas apa yang sudah aku putuskan. Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan menghidupkan aku di lingkungan ­orang-orang baik. Semoga aku selalu istiqomah sampai akhir hayat dan selalu menebar kebaikan dengan orang-orang sekitar, amiin :)

Shalat Subuh

image001
Aku bersama keluarga besar sedang berlibur ke Belitung (sekitar sebulan lalu). Aku tidur sekamar dengan Ibu-Bapak. Ibu-bapak sudah shalat dan sedang menonton televisi. Waktu saat itu menunjukkan jam 5an. Tak lama, terdengar suara dari balik pintu kamar ada seorang anak kecil datang, Andaru 3thn 8bln (keponakanku tersayang). Terdengar bisikan Ibuku kepada Andaru untuk membangunkanku dari lelapnya tidur untuk segera shalat.
.
Ibu: De’, bangunin tante renny shalat yaa.
Andaru: Iya.
.
Andaru: Tante renny bangun! Bangun tante renny! *sambil naik ke atas kasur dan mencoba duduk di samping badanku*
Renny: Ehmmm…. *sambil ngulet-ngulet*
Andaru: Tante renny bangun, ayo shalat! *Kemudian dia 2x mencium pipiku & keningku.*
Renny: *tanpa sadar, apa yang telah Andaru lakukan berhasil membuatku semangat terbangun setelah diciumnya, hahaha* Iya, iya. Andaru udah shalat belum? *dengan badan masih terlentang di kasur*
Andaru: Belum,
Renny: Yuk, shalat sama tante renny?
Andaru: Andaru gak shalat, tante Renny aja.
Renny: Laaah :))) *ngakak & kemudian setengah badan terbangun dari kasur*
.
Well, membangunkan seseorang dari tidur dengan cara yang sweet itu lebih baik dibandingkan dibangunkan dengan bentak-bentak atau bahkan disiram dengan air, hahaha Alhamdulillah selama hidup, belum pernah dibangunin orang tua dengan cara bentak-bentak apalagi disiram air. Sama juga dengan membangun soul dalam mendidik anak atau menjaga hubungan dengan manusia lainnya. Keakraban hubungan dengan anak kecil/orang lain itu seperti bermain ikatan hati/batin, butuh ketulusan: respect & trust tanpa perlu bentak-bentak apalagi memaksakan. Semangat! :)

Traveling

 trip
Since early 2014, I’ve decided to travel once time for every 2 months. So, it takes 6 times for a year and it still continue now. In 2014, I did travelling not only with my friends but also with my lovely family.
  • Januari 2014 – Trip Singapore with co-workers from Hijup Team (just ladies)
  • Maret 2014 – Bukalapak Outing Goes to Jogja
  • May 2014 – Mountain Trip (Papandayan – Garut Jawa Barat)
  • July 2014 – Mudik (around Magelang-Borobudur, Jogja, Banyumas)
  • October 2014 – Trip to Singapore & Johor (Malaysia) with my family
  • December 2014 – Trip to Malang & Bromo
I think, there are some reasons why travel is really-really good for me:
  • i’d like to go to where I have never been before. I could interact with people surrounding or see a beautiful things that my Lord created it. I learn about life and thankful.
  • I do love taking picture. My pleasure is when i can take a photo with a proper angle so the photo will look prettier.
  • I feel good. It reduce my stress although i feel tired during holiday.
  • Sometimes, I will get inspiration and think more creatively just to find the best solution/ideas about my job or my problems.
  • It will make better relationship among relatives (having quality time with friends or family).
  • I will have a story because i’ve ever been there
  • ….

8595fef0b36df80ae20d95fbe02635ec

Once a year, go to someplace, you've never been before (Dalai Lama).