Peluk

175521_10151244255984356_2013610958_o

Kajadian ini terjadi saat aku kuliah tingkat tiga. Selama sebulan liburan semester panjang, aku menghabiskan sebagian waktuku (sekitar 4 jam seminggu) dengan anak-anak jalanan di yayasan masjid terminal Depok. Aku merasa tertantang mendapat kesempatan mengajar anak jalanan. Pada waktu itu aku memiliki rencana setelah lulus ingin menjadi Pengajar Muda di pelosok selama setahun di Indonesia Mengajar (yang diusung oleh Bpk. Anies Baswedan).

.

Pada waktu itu, aku mendapat giliran mengajar anak-anak kelas dua SD. Nakal? Yampuuuun, nakal beud, haha. Anak-anak ini sepertinya kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Anak-anak sebenarnya terlahir pribadi dengan nurani yang bersih. Pikirannya bersih, jiwanya bersih. Jika ada yang buruk, yang tampak tidak sopan, yang terdengar kasar, yang seharusnya tidak terucap, yang pecicilan kesana-kemari itu karena menyerap dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, orang tuaku selalu mendidik agar bergaulan dengan lingkaran orang-orang baik dengan harapan aku senantiasa menjadi orang baik seperti orang-orang disekitarku.

.

Setiap sebelum mengajar, aku senantiasa menyiapkan materi pelajaran yang akan diberikan. Pada hari itu, aku berencana mengajak murid-muridku menggambar di kertas HVS yang berbentuk bujur sangkar. Hampir semua gambar berwarna-warni, positif, dan membangkitkan semangat. Namun, terdapat satu gambar yang berbeda.

.

Ada seorang anak bernama Sinta yang duduk tak jauh dari pandanganku, menggambar sebuah hati, tapi hati itu hitam gelap, kosong, tanpa nyawa. Hati itu tak berwarna cerah penuh semangat seperti yang digunakan teman-temannya. Awalnya aku menduga cat yang tersisa miliknya adalah berwarna gelap. Tapi, saat aku berkata padanya, dia mengatakan hati itu berwarna gelap karena hatinya sendiri terasa gelap. Dia mengatakan bahwa dia sedang sedih, ibunya sakit parah. Ia mengatakan bahwa Ibunya tidak akan bisa sembuh karena membutuhkan uang yang banyak untuk mengobati sakitnya. Sinta lahir dari keluarga miskin sehingga dia hanya bisa sekolah gratis di sini. Hiks T_T *betapa bersyukurnya aku yah Tuhan bisa sekolah bahkan sampai lulus kuliah, alhamdulillah.

.

Aku berkata padanya, aku turut sedih sambil mengusap-usap kapalanya dengan lembut. Aku mengerti kenapa dia sangat sedih. Tapi, aku katakan padanya, tidak benar bahwa tak ada orang yang dapat menolong. Aku mungkin tak dapat menolongnya secara materi, tapi aku dapat memeluknya. Menurut pengalamanku, pelukan dapat membantu kalau orang sedang sedih. Kukatakan padanya bahwa aku akan senang sekali memberinya pelukan kalau ia mau. Ia langsung menuju kehadapanku sambil memeluk dan kurasa hatiku sendiri seakan meledak dengan kasih yang kurasakan untuk anak manis ini. Kami berpelukan cukup lama. Ia kemudian melanjutkan untuk menyelesaikan gambarnya. Saat aku bertanya, apakah ia merasa lebih baik, ia mengiyakan.

.

Saat kelas sudah selesai, aku bersiap-siap pulang, aku merasa tiba-tiba ada yang menoel bajuku dan memberikan salim ke tangan kananku. Dia mengatakan, “hatinya berubah warna, warnanya makin cerah bu mungkin karena pelukan yang tadi, besok datang ngajar lagi yah Bu Guru”. Oh no! Mataku brebes mili *eh ini mah kota brebes. Mataku berkaca-kaca, betapa bahgianya hati ini yaa Tuhan hanya mendengar ucapannya muridku berkata seperti itu. Dalam perjalanan pulang, aku meraba hatiku sendiri dan menyadari bahwa hatiku juga telah berubah menjadi cerah. Aku terharu atas kejadian hari ini. Aku pikir aku tidak akan melupakan seumur hidup kejadian ini. Terima kasih Tuhan. Aku sadar, ternyata aku mendapatkan kebahagiaan lain dengan cara sederhana tetapi tidak bisa digantikan dengan uang sebesar apapun. Alhamdulillah :)

.

Hadiah terbesar adalah bagian darimu.


Jalan Lurus

Jalan lurus sepuluh yang mesti ditempuh
Yang pertama bahwa Allah Maha Esa
Yang kedua Muhammad rasul kita
Yang ketiga cinta ibu cinta ayah kita
Yang keempat cinta guru-guru kita
Yang kelima cinta tanah air kita
Diri kita memancarkan cahaya cinta
Semoga Allah membimbing kita semua
.
Jalan lurus sepuluh yang mesti ditempuh
Yang keenam salat mari ditegakkan
Yang ketujuh Quran baca diartikan
Yang delapan sedekah dengan dermawan
Yang sembilan puasa penuh keikhlasan
Yang sepuluh senyum sopan senantiasa
Keramahan perilaku diri kita
Semoga Allah membimbing kita semua

Lagi ngerjain tugas kuliah sambil tonton dan denger lagu-lagu di  youtube, eh nyasar di lagu favorit. Jadi inget, pertama kali denger lagu ini pas bulan puasa (dirilis tahun  2007). Jadi kangen bulan Ramadhan dengan segala aktivitas ibadahnya dan tentunya juga kangen berkumpul bersama keluarga kesayangan. Liriknya emang panutan hidup! Semoga aku senantiasa berada di lingkungan orang baik & menjadi pribadi muslimah yang istiqomah, amiin.  :)


Sandal Jepit

IMG_20160124_174050

Satu dari sekian alas kaki favoritku dan masku adalah sandal jepit (merek swallow). Aku juga heran, kenapa itu alas kaki keceh beud. Aku sudah berkali-kali bolak-balik jakarta-bandung beralaskan sandal jepit. Bahkan sewaktu awal perkulihan di UI dulu, aku pengen kuliah pake sendal jepit, tetapi sebelum pake sendal jepit keburu domelin sama nyokap, haha

Ada satu kejadian yang sampai pada hari ini tidak akan pernah aku lupakan. Pada waktu itu, aku masih SMA kelas X sedangkan Mas Agung sudah kuliah tingat 3 di UI jurusan Teknik Elektro. Mas Agung semasa kuliah cukup aktif berorganisasi, tak tanggung-tanggung, dia pernah menjabat sebagai General Manager RTC UI FM (radio UI) dalam satu periode. Pada suatu hari, dia sedang bercakap dengan Ibu. Ibu melarangnya menggunakan sendal jepit untuk bertemu seorang pejabat. Saat itu dia berencana menggunakan kaos, celana jeans, jaket kuning dan sendal jepit. Kalau tidak salah, dia berpesan seperti ini kepadaku :

“Ren, kalau nanti kuliah di UI. Kuliah tuh gak usah kebanyakan gaya yah & ndak perlu menghabiskan waktu yang gak ada gunanya. Lebih baik otak, prestasi dan perilaku positif yang digayain, dengan begitu orang-orang akan menghormatimu.”

Well, memang selama kuliah 4 tahun, modal alas kaki dia kalau ndak salah hanya sepasang sepatu puma dan sandal jepitnya. Dia memang sosok manusia yang hidup sederhana & tidak kebanyakan gaya sampai hari ini. Dia memang satu dari sekian role model dalam kehidupanku, mas Agung. Dia adalah inspirasi hidupku, entah apa jadinya seorang Renny ini jika tanpa sosok dirinya. Makasih yaallah engkau telah menetapkan dia sebagai abangku yang paling keren. I love you! :)


Damai

salman
Kulangkahkan kaki melintasi jalan setapak.
Jalanku menuju rumah-Mu.
Akan aku lakukan, beberapa hari ini sampai lulus.
Minimal sehari sekali kuatkan tekad shalat berjamaah di masjid Salman.

.

Aah, aku rindu kenangan ini…
Saat menjadi pelajar & mahasiswa dulu.
Kembali ke lingkungan akademis.
Satu dari sekian hal yang aku suka dari lingkungan kampus adalah
lingkungan mayoritas orang-orang baik, berperilaku & berpendidikan.

.

Hati ini damai.
Mendengar takbir panggilan shalat.
Mendengar imam memimpin shalat.
Melihat umatmu shalat berjamaah.
Melihat dan mendengar umatmu bertilawah sebelum shalat.
Melihat umatmu menunaikan shalat sunah.
Bertegur sapa dengan para akhwat dengan senyum ketulusan

.

Alhamdulillah…
Aku tidak menyesal pindah ke Bandung.
Memang inilah satu dari sekian alasan terpendamku.
Aku ingin lebih dekat dengan-Mu
Semoga selalu, amiin :)

Wanita

muslimah

Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria,

bukan dari kepala untuk menjadi atasannya,

bukan pula dari kaki untuk menjadi bawahannya.

Melainkan dari sisinya untuk dijadikan teman hidupnya,

dekat pada lengan untuk melindungi,

dekat di hati untuk dicintai.


Maher Zain – Assalamu Alayka

Sudah lebih dari sebulan beberapa kali dengerin lagu ini, lagi suka, adem…


6 Wanita

ibu

Ada beberapa orang wanita yang sangat aku hormati. Mereka sudah aku anggap seperti ibu sendiri. Setiap aku gundah, galau, curhat atau minta pendapat tentang apapun, aku selalu berbagi dengan mereka. Memang ada perbedaan tersendiri ketika ngobrol dengan orang yang lebih tua, wanita, dan kaya akan pengalaman hidup. Mereka adalah : 

  • Ibu

Dia adalah ibu kandungku. Ibu yang paling aku hormati. Ibu paling demokratis, cerdas, kritis, baik hati, rajin mendoakanku, pokokknya TOP deh. Maafkan aku yang sering menyakiti hatimu atas segala ucapanku, tindakanku, keegoisanku, dll. Karena terlalu sayang dengan orang ini, bahkan aku senantiasa hampir tidak pernah berbagi cerita kesedihan apalagi disaat aku galau, sedih, dll apalagi karena dikecewakan laki-laki. Entah rasanya tak ingin dia khawatir. Membuatnya dia khawatir atau berbagi cerita dalam kondisi aku paling sulit, itu adalah hal menyayat hatiku & yang sulit bagiku untuk aku ceritakan padanya. 

  • Mama

Dia adalah Ibu mertua dari Mas-ku, Mas Agung. Aku biasanya memanggilnya mama. Mama yang paling aktif, paling kece suaranya ketika menyanyi, paling suka narsis kemudian share fotonya di facebook, dan heboh juga tentunya. Hahahaha :p

  • Teh Yati (Emak)

Dia adalah sosok Ibu yang paling chic, murah senyum, sabar, awet muda, sensitif, dan peka. Setiap masalah kisah cinta, aku selalu saja curhat dengannya. Bahkan isi curhat tentang kisah cintaku bisa melebihi daripada curhat kepada Ibu kandung sendiri, haha Sering kali aku jalan-jalan liburan dengannya, berhubung dia hanya memiliki seorang anak dan suami yang tidak terlalu menyukai pergi liburan (alias jalan-jalan). Seseorang yang baik hatinya karena dia paham bagaimana menjalin hubungan baik dengan teman/orang lain. Aku fans berat emak!

  • Teh Yayah

Dia adalah sosok yang paling sabar, kalem dan paling bisa membaca isi hati tanpa perlu dijelaskan lebih detail. Dia bekerja sebagai quality assurance material di hijup bagian gudang. Mungkin posisi kerjanya atau bahkan kehidupannya tidak semewah orang-orang kaya atau orang sukses pada umumnya. Namun setiap cerita ke dia, rasanya hati ini tentram. Makasih teh yayah yang paling bijak banget ngertiin perasaan aku disaat orang-orang lain pada umumnya ndak bisa ngertiin aku. Semoga teh yayah segera diberi momongan yaah, amiin :)

  • Mbah Bu (alm.)

Dia adalah nenek dari Ibu. Satu hal yang pasti, aku senantiasa kangen sosoknya setiap mendengar takbir di kala malam takbiran (lebaran). Sosoknya senantiasa terbayang di depan mataku saat itu juga. Aku kangen banget sama mbah bu, pengen meluk & nyium pipi mbah bu. Semoga mbah bu di alam sana selalu dalam kondisi baik, amiin :)

  • …..

Nah ini, kenapa “……”? Entah lah, aku masih menanti siapa orang paling beruntung menjadi ibu mertua aku, ecieeeeeh, hahaha *sombong sekali. Semoga nantinya dia juga sosok manusia yang paling aku hormati & paling aku sayang setelah suamiku. Amiin :)