Refleksi arti kata “Ulang Tahun”

 
 
Sesudah sekian tahun berlalu, setelah kita mampu mencari nafkah sendiri, mungkin kita termasuk salah satu kelompok ini : the have atau the have not. Salah satu ciri orang yang kaya, rumahnya bagus. Sebaliknya, rumahnya sederhana bagi yang tergolong miskin. Namun, apakah rumah kita sekarang termasuk megah atau hanya sebuah gubuk kecil, suka tidak suka, cepat atau lambat, kita mesti pindah ke rumah lain : KUBURAN. Tak ada lagi AC, tak ada lagi TV, bahkan tak ada lagi internet untuk berakses bebas di dunia maya atau bermain game. Tak ada apa pun kecuali sebuah kegelapan berteman cacing-cacing tanah!

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…” (QS al Imran : 185).

Diharapkan atau tidak, pada suatu hari semua orang akan kedatangan tamu : Malaikat Maut. Mungkin sebentar lagi, mungkin besok, mungkin bulan depan. Yang pasti, dia akan datang! Dia datang untuk mengumumkan keputusan Allah akan akhir hidup seseorang serta memisahkan nyawa dari raga. Sudah teramat sering orang melihat orang lain mati, tapi hanya sedikit yang meyakini bahwa dirinya pun suatu saat akan mati. Umar bin Khattab RA-seorang yang dikenal berwatak keras-pernah berucap, “Hari ini orang berkata, ‘Si X mati, si X mati!’ Akan datang waktunya orang berkata, ‘Si X mati!”

Kata Ibnu Umar RA, “Rasulullah SAW memegang pundakku dan bersabda,

‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan seorang musafir.”

Nabi SAW mengingatkan Ibu Umar dan tentu saja kita semua, bahwa tujuan akhir setiap Muslim adalah negeri akhirat, bukan dunia yang fana ini. Dunia dengan segala kesibukannya haruslah dipandang sebagain ruang transit. Berada sebentar di dalamnya, lalu melanjutkan lagi perjalanan ke tujuan akhir.

Lebih baik kita menyiapkan mati dari sekarang daripada terkaget-kaget saat Malaikat Maut datang pada hari sakaratul maut. Hari ketika seseorang ingin berteriak meminta tolong, tetapi tidak sanggup lagi. Saat roh dicabut dari setiap nadi dan setiap anggota badan, mati secara perlahan-lahan. Dua telapak kaki merasakan dingin, lalu rasa dingin itu menjalar ke betis dan paha, terus menjalar sampai ke tenggorokan. Selanjutnya pandangan mata menjadi tertutup dari dunia dan keluarganya.

Di saat sakaratul maut tiba itulah, pintu tobat akan tertutup rapat, sebagaimana sabda Nabi SAW

“Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba, selama dia belum sekarat”.

Kematian memang suatu peristiwa yang sungguh mengerikan. Karenanya, Syadad bin Aus pernah berkata, “Kematian itu adalah kengerian di dunia dan akhirat yang paling menyakitkan bagi seorang mukmin. Mati lebih mengerikan daripada digergaji, dipotong dengan gunting, dan direbus di dalam periuk. Seandainya mayit itu bisa kembali, lalu mengabarkan tentang kematian kepada penduduk dunia, mereka tidak akan bisa mengambil manfaat kehidupan dan tidak akan menikmati tidur.”

Abu Bakar RA pernah juga berkata,

Siapa masuk ke kubur tanpa membawa bekal, seperti menyebrang laut tanpa perahu.”

 

Maksud Abu Bakar, setiap orang benar-benar meyakini akan datangnya hari kematian mestilah menyiapkan diri sebaik mungkin. Ulang tahun yang datang satu kali dalam satu tahun, harus dimaknai sebagai berkurangnya jatah umur, bukan malahan menyanyikanPanjang Umur dengan penuh rasa suka cita. Apanya yang panjang umur? Kalau jatah umur kita akan sama dengan umur Nabi (63 tahun), dan umur kita kini 40 tahun, maka cara menghitungnya bukan 40, 41, 42,… (seolah-olah akan hidup tanpa batas), tetapi : 63 – 40 = 23. Pada tahun depan, saat berulang tahun yang ke-41, hitungannya menjadi : 63 – 41 = 22. Jelas, hasilnya akan selalu berkurang : 23, 22, 21, 20, …., 0! Perlu diingat, hitungan itu benar jika jatah umur kita adalah 63 tahun. Bagaimana bila umur kita kurang dari 63? Ya, tentu saja deret menuju angka nol akan semakin cepat! Makin cepat ke kubur!

 
 
 
Oleh : Handono Mardiyanto dalam buku "Saleh yang Salah"
Setelah membaca ini pertama kali & duduk sendirian, tepatnya Senin, 25 Juli 2010 jam 17.00 di gramed-PIM, kesannya agak merinding dan serem (terus dibeli deh bukunya, hehe). Jujur aja, saya itu paling takut sama mayit & pergi ke kuburan sendirian. Terakhir kali liat wajah orang meninggal secara langsung cuma beda jarak ± 1-2m, saya bahkan gak bisa tidur sampe semingguan. Mudah-mudahan yang membaca menambah wawasan & merasa diingatkan sama seperti yang saya alami, jadi semangaaat yaa teman.

4 responses to “Refleksi arti kata “Ulang Tahun”

  • topan bayu

    beberapa hari yang lalu dapat kabar mba2 di tempat KP yang duduknya serong depan gw meninggal, umurnya masih muda, setua-tuanya gw liat masih 30an.. selama KP mba ini yang paling rajin nawarin gw makanan, ternyata meninggalnya sangat tiba2, kena struk terus langsung koma 8 hari..

    kemarin juga abis ikut pelatihan ngurus jenazah, mulai dari mandiin sampe kafanin.. dan kalo diliat emang saat itu kita sama sekali gak punya daya upaya apa2.. saat dimandikan, entah ketika digosok, disiram air, atau ketika dimiringkan badan kita, terlihat sekali kita tidak memiliki kekuatan apa2.. saat dikafankan, dibungkus rapat, diikat dalam 5 ikatan atau lebih, tak ada daya untuk berontak melepas ikatan kafan..

    yang namanya maut itu emang gak ketauan jadwalnya, datangnya tiba2, gak sempet bikin janji ketemuan dulu, kapan, di mana, dan dalam kondisi apa..

    mudah sekali bagi Allah mematikan kita sebagaimana mudahnya Dia membiarkan kita masih menggenggam nafas sampai saat ini.. tapi gak tau juga beberapa detik setelah ini apa yang akan terjadi..

    semoga kita selalu dalam keadaan bertaubat kepada-Nya..

    • Renny Wijayanti

      amiiin🙂
      iyeee pan, serem banget yaaak, denger lu crita aja saya jadi tambah merinding

      kadang diri sendiri ngerasa takut klo suatu hari ngeliat malaikat maut mau jemput, yaaallaaahhh, saya bener2 takut T_T

  • Haem

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Kamis kemarin saya iseng-iseng melihat-lihat internet, dan akhirnya bertemu dengan tulisan Anda. Alhamdulillah, sebagai penulis buku itu saya ikut senang karena ada yang mengomentarinya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi hidup para pembaca baik di dunia maupun akhirat.

    Terima kasih. Semoga Anda selalu sukses.

    • Renny Wijayanti

      Waalaykumslm Wr. Wbr

      Subhanallah….saya juga senang rasanya, blog saya dikunjungin oleh penulisnya langsung, saya bener2 tidak percaya…
      Buku anda bagus, ceritanya singkat namun menarik untuk dibaca dan sarat makna dalam menghadapi kehidupan…

      Terima kasih kembali bapak, sukses yaa untuk kita semua & semoga kita selalu menjadi insan2 yg bermanfaat, amiiin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: