Bahagia

Bahagia itu adalah kosakata ruhani, dengan demikian sesungguhnya ia tak akan dicapai dengan jalan materi. Ia hanya dicapai dengan jalan ruhani. Materi tak akan pernah bisa memuaskan nafsu manusia, meski berapapun banyaknya.

Kalau tidak percaya, coba saja buktikan.  Nyatanya realitas banyak orang kaya secara materi tetapi kurang bahagia atau kalau kebablasan bisa jadi malah merasa masih saja kurang secara materi padahal materinya sudah melimpah ruah (mangkanya banyak korupsi, mafia hukum, dll). Realitasnya, malah banyak ko orang yang serba hidup dalam kesederhanaan yang lebih merasa bahagia karena mereka selalu bersyukur dan selalu bisa ‘melihat ke bawah dari pada ke atas.

Lihat ke atas/bawah? Maksudnya apa yaak?

Namanya aja lihat ke atas,  pasti pegel banget tuh leher, hihihi (jayus, tapi bener kan?). Jika kamu sedang berjalan dan selalu melihat ke ke atas, lalu tiba-tiba di depan jalan ada lobang atau batu besar tanpa disadari, bisa kesandung terus sakit deh kakinya, ya ga? Secara persepsi kalau kita lihat ke bawah, kita bisa saja melihat beraneka ragam jenis barang dan lebih berhati-hati dalam berjalan agar tidak kesandung atau bahkan malah menemukan uang. Uang yang bisa dimanfaatkan ke jalan yang benar. Secara eksplisit maksud dari melihat ke bawah, kita bisa lihat di dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Simple saja ko, banyak loh orang-orang di luar sana yang ingin memiliki status mahasiswa UI seperti kita. Masih banyak orang yang pengen kuliah di UI dan kita diberi kesempatan kuliah di UI. UI, UI, UI Universitas Indonesia booo! Anak Fakultas Ilmu Komputer pula, kereeeen!!! Berdasarkan data statistik tahun 2009, hanya 10,3% dari seluruh penduduk Indonesia yang bisa mencicipi bangku perkuliahan dan yang di PTN jelas tidak sampai dengan 10,3%. Betapa bersyukurlah kita yang diberi kesempatan oleh Allah mencicipi dunia internet sepuasnya di kampus, clubbing (alias dunia lab, meski kita juga sering ngeluh lah, kalau sedang menghadapi badai Fasilkom, jangan ngeluh lah, bilang aja “semangat”  “all iz well” berkali-kali atau memotivasi diri sendiri dengan kalimat yang menyemangati, hehe Itu hanya itu membangkitkan motivasi diri sendiri loh, tapi itu bener-bener sangat ampuh-puh-puh…. Contoh :

Janganlah mengeluh menjadi mahasiswa yang cuma diterpa badai kampus. Yakinlah, kelak beberapa tahun kemudian, masa-masa ini akan indah dikenang dan layak diceritakan ke anak2 cucuku, masa2 ini kelak menjadi pelajaran indah untuk masa depanku, bersyukurlah…karena masih banyak di luar sana yang ingin kulih di UI yang nasibnya tidak seberuntung aku ini, tetap bertanggung jawab terhadap diri sendiri & smangaaat🙂

Kembali lagi ke topik kebahagiaan. Kesimpulannya :

Kebahagiaan itu letaknya di hati yang mampu mensyukuri seluruh nikmat yang Allah berikan. Pada jiwa yang senantiasa mendambakan keridhaan Allah, pada pikiran yang senantiasa  dalam kebenaran.

Kebahagiaan itu bersumber dari : keimanan yang mendalam, ketundukan yang tulus atas ketentuan Allah, kelapangan hati dalam menerima perintah dan larangan Nya.

Bahagia itu ada dalam hati, tersimpan dalam jiwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: