Memilih Jodoh dengan Memilih Buah di Supermarket

Suatu ketika aku pergi ke supermarket, salah satu yang akan kuisi di ranjang belanjaanku adalah buah. Sesampainya di rak buah-buahan, terlihat begitu beraneka ragam jenih buah, tampilan yang mulai biasa sampai dengan yang memikat hati karena keindahan warnanya, dari harganya yang paling murah sampai dengan yang mahal, dari yang rasanya asem sampai manis, dari yang masih mentah sampai yang busuk karena terlalu matang, dll. Aneh memang, yaa…aku memang aneh, karena memikirkan sampai ke analogi dalam kehidupan sehari-hari. Tapi yaa, itulah satu dari beberapa kebiasaanku, senang sekali menanalogikan apapun yang ada di sekitar dengan realitas kehidupan sebagai pembalajaran hidup.

Terlintas aku berfikir tentang yang namanya jodoh. Aku berfikir hal ini bukan karena aku kebelet nikah, bukan jujur saja bukan *versi sangat jujur karena memang prioritas utama aku bukan untuk itu saat ini meskipun banyak tekanan disekitar, maklum artis, wkwkwkw *. Aku tidak memaksakan seseorang lebih memilih A dari pada B, atau lebih memilih Z daripada Y. Aku pikir setiap orang punya alasan pribadi masing-masing kenapa memilih yang ini dari pada yang itu, meskipun orang-orang sekitar mengatakan si A itu jayus atau si Z itu dulunya adalah pencuri, atau si X memang murah senyum.

Pada dasarnya setiap ciptaan Tuhan itu adalah tampan dan cantik. Namun, kembali lagi, banyak orang mengatakan bahwasannya cantik dan tampan itu relatif.  Relatif??? Yaaaa..tergantung bagaimana kita melihat objek yang dituju. Definisi cantik/tampan masing-masing orang itu berbeda-beda. Aku pikir sewaktu kita masa SD-SMP-SMA definisi cantik dan tampan itu masih beralasan ababil dan fisik semata. Lihat saja, jikalau kalian sudah besar dan dewasa nanti, pasti kalian pikir istri/suami kalian adalah yang paling cantik/tampan atau anak-anak kalian yang paling cantik/tampan meskipun dia kulitnya hitam, suka nangis, atau bahkan suka kentut (wkwkwkw). Banyak realitasnya, aku mencintainya karena dia rapih dan pintar  meskipun suka marah, tapi aku memakluminya. Di lain sisi, sahabatnya mengatakan, aku tidak menyukainya karena dia suka mengupil dan aku lebih mencintai D karena dia lebih ramah, humoris dan suka ngejayus. Setia orang punya alasan pribadi yang berbeda-beda. Kenapa? Yaa, suatu saat anda akan mengenal apa itu cinta dan alasan itulah, semua karena cinta, cinta yang tulus tanpa syarat. Dan kembali lagi, manusia itu tidak ada yang sempurna, justru seseorang yang terlihat biasa saja menjadi sempurna karena pendamping hidupnya mampu menerimanya apa adanya dan adanya kejujuran dalam berumah tangga.

Kembali ke kondisi supermarket, aku mengkondisikan ke dalam kehidupan sehari. Aku berikan nama pada gambar, pear 1-2-3. Secara tampilan, pear 1 memang paling menarik. Secara rasa yang manis dan agak asam, pear 2 merajai. Tapi secara harga, pear 3 paling mahal. Pear 3 sekalipun harganya mahal dan tampilannya dalam bahasa jawa “elek” atau jelek tapi rasanya luar biasa manis dan gurih. Jadi, kalau kalian mau beli pear yang mana nih? Sama aja, kalian mau jodoh yang kaya gimana nih?

Aku hanya berbagi pengetahuan dan pandanganku. Aku yakin setiap orang memiliki kriteria sendiri dalam memilih pasangan hidup. Jodoh itu memang sudah ditakdirkan dengan siapa saat kita masih berada dalam kandungan berumur 4 bulan. Segala rahasia Allah berupa : jodoh, kematian, dan rezeki sudah diputuskan pada waktu itu. Tetapi tetap saja kita harus berusaha mencarinya. Cara kita bagaimana menemukan dan memilih buah yang pas adalah sebagai ikhtiar menentukan jodoh. Membayar buah di kasir untuk dimiliki sama saja dianalogikan melalui proses tunangan dan pernikahan yang sah. Bagaimana nanti rasanya setelah dimakan itu adalah rezeki yang harus disyukuri dan diterima apa adanya. Alasan kita memilih pear 4 dari pada pear 1-2-3 itu merupakan hak setiap manusia dan kita punya alasan masing-masing. Aku berani jamin, tidak ada satupun di dunia ini yang ingin dipaksakan atau ditunut dalam memilih/dipilih. Cobalah menjadi buah pear yang menurut kalian itu emang “gw banget gitu loh”, gak usah terlalu dipoles dengan berbagai bahan kimia insektisida karena pasti ada efek buruk dalam jangka panjang. Percaya aja, kalau buah itu elu banget, pasti bakalan ada ko yang beli.  

Seperti dalam surat An-Nur 24:26 yang dijanjikan oleh Allah:
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik (pula).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: