Parents

Parents

Berapakah usiamu? Aku? Berjiwa muda tetapi usia produktif. Bilang aja, gak mau ngaku lu ren. Huh! Hahaha. Sudah seberapa besar perhatian yang kamu berikan kepada orang tua? Sepertinya persentase hidup kita lebih dihabiskan dengan mengejar : mimpi, cita-cita, dll.

Aku adalah manusia abu-abu yang buanyaaaak sekali melakukan kesalahan dan hobi melakukan kesalahan. Begitu banyak orang ngomong sejak beredarnya aplikasi media sosial. Mesia sosial adalah tempat sampah. *kaya gw g pernah buang sampah di sosmed aja, melakukan pencitraan-curcol-dll, wkwkwk* Banyak yang menyatakan kepedulian terhadap sesuatu isu di sosmed, sampai terkadang kita lupa ada sosok yang senantiasa berada disamping hidup kita. Mungkin tidak disamping secara fisik, tetapi disamping hati dari kita lahir sampai sekarang.

Mereka… Yang membelikanku pakaian agar tidak kedinginan. Yang membelikanku sepatu agar kakiku tidak terluka. Yang bawel jikalau anaknya belum/telat makan bahkan sampai hari ini, wkwkwk. Yang membelikanku HP pertama kali kelas 2 SMP. Apalagi alasannya kalau bukan karena teman-teman sudah punya HP, sebegitu egoisnya yaa kita. Maklum, masih ababil. Padahal orang tua sewaktu itu, bisa dikatakan nyari duit bukan sekedar tanam pohon keluar uang. Yang ikut merasakan sakit ketika kita sakit. Yang diam-diam tanpa diminta, mereka mendoakan kita. Mendoakanku ketika aku kritis di RS semoga lekas sembuh, mendoakanku agar aku diterima di SMP-SMA-Univ unggulan, dll. Padahal tanpa kita sadari, hidup kita penuh nikmat & kebahagiaan selama ini bisa saja karena ketulusan doa orang tua. Kalau dipikirkan secara logika, memang tidak ada logikanya hubungan antara doa dan rezeki seseorang. Bersyukurlah anak-anak yang dilahirkan dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, yaitu aku.

Sekarang… Aku? Kita? Usia yang rata-rata sudah mandiri & memiliki penghasilan sendiri. Sudah memberikan apa kamu ke orang tua? Dulu ketika kita masih bergantung dengan orang tua, yang bisa kita lakukan adalah membahagiakannya dengan cara yang lain. Belajar, berprestasi, menjadi anak baik. *Sok baik, padahal gw juga pernah bandel, wkwkwk* Memberikan hadiah ke orang tua? Why not? Siapapun yang diberikan hadiah itu pasti senang, apalagi untuk orang tua. Refleksi diri karena 3tahun terakhir gak kasih hadiah ke orang tua pas ulang tahun.

Aku berpikir & menemukan frase, betapa sulitnya menjadi orang tua karena mereka selalu ingin memaki orang lain yang menyakiti hati anak-anaknya, tetapi tidak bisa. Mereka harus tetap berada agak jauh dari anak-anaknya & memperhatikan bagaimana anak-anaknya menerima pelajaran pahit sendiri. Tulisan ini bukan bermaksud untuk mengajari orang lain. Tulisan ini adalah hasil renungan & pengalaman. Ternyata, menjadi orang tua itu tidaklah mudah…

Betewe…aku nemu video bagus tentang Ibu nih. Sebenarnya ini iklan yang tujuannya buat bisnis bukan untuk bikin penontonnya menye-menye. Menurutku, video ini berhasil untuk dijadikan an example  most memorable marketing campaign. Enjoy! Cemungudh🙂


One response to “Parents

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: