Kekuatan Memberi

Aku punya sahabat namanya Christian Regensius (panggilannya Regen). Aku biasa memanggilnya “regensius tapi gak mirip darius” :p Dia seorang laki-laki berkarakter, teman seangkatan di Fasilkom-UI jurusan Computer Science. Dia adalah fans berat Liverpool. Aku baru mengenal karakternya sejak tahun 2009 karena satu kepanitiaan, Computer Festival. Dia adalah orang paling penting di event tersebut, Project Officer (PO).
 .
Karakternya :
Berwawasan, cerdas, asik, easy going, bertanggung jawab, punya leadership, charming, baik, kadang agak silly, gak suka selfie/narsis, suka menolong, berempati, suka main gitar & dengerin radio/musik, virgo boy, setia kawan, mampu membuat orang nyaman ketika dicurhatin, loyal, idealis, low profile, tidak sombong, adventurer/traveller, dan melankolis.
 .
Aku dan dirinya sama-sama suka belajar dari pengalaman. Khususnya belajar dari merasakan kerasnya hidup, merasakan kebodohan di masa muda, merasakan keterpurukan, dll. Yang jelas, perjalanan kisah cintanya lebih bergejolak dari pada kisah cintaku, *puk-puk buat Regen* Kita percaya bahwa proses adalah langkah menuju hasil yang brilian.
.
Aku tidak akan pernah lupa ketika aku putus asa karena suatu masalah di masa lalu. Dia adalah satu dari 2 orang tetap positif meyakinkanku & membantuku dibandingkan yang lain hanya menghakimiku dan tidak memahamiku. Dia sesekali pernah mengantar aku pulang. Yang paling keren, dia bela-belain dari rumanya di Bogor ke terminal 2 – Bandara Soeta naik bus Damri untuk menemaniku karena mengantar Faris berangkat kuliah ke Amerika, edun si Regen! Berhubung sudah berbaik hati mengantar, aku mentraktirnya makan di Solaria Sky Dining Semanggi. Kita ngobrol panjang lebar kalau tidak salah sampai jam 11 malam. Katanya Regen, ini tempat yang sweet buat nembak cewek. Terserah lu dah, gen. Wkwkwk…
.
DSC_0193 copy
Aku, Faris, Regen di Terminal 2 (sedang mengantar Faris akan berangkat kuliah S2)
Minggu lalu aku bertemu dengannya. He was not looking good. Oh no tambah kurus padahal sebelumnya pernah gemuk >.< Katanya sih karena keseringan makan indomie. Entahlah, intuisiku mengatakan dia stress beberapa bulan terakhir karena masalah yang tidak bisa aku jelaskan (meskipun saat aku tanyakan, dia tetap stay cool & tidak mengakuinya), ckckck Semangaaats!
.

Well, mungkin bener dengan pernyataan: Aku telah belajar bahwa orang akan melupakan apa yang kita katakan, orang akan melupakan apa yang kita lakukan, tetapi orang tidak akan lupa bagaimana kita membuat mereka merasa (Maya Angelou).

 .
Dalam hal ini Regen, aku merasa dihargai sebagai seorang manusia. Meskipun kita jarang ketemu, lu selalu ada ketika gw butuh bantuan dan selalu berhasil bikin gw ketawa ketika menghadapi sulitnya hidup. Lu tuh orang baik gen, mungkin nasib aja yang belum cerah sekarang. Semoga dapet tulang rusuk yang baik juga yaa biar gak sering makan indomie, hehe amiin. Makasih selama ini sudah support dan bantuin gw. Semangaaats & dance!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: