Ikhlas

2013-07-21 22.06

Aku pernah menulis buku.
Aku pikir buku itu akan menjadi bagian dari masa depanku.
Ternyata aku gagal.
Meskipun segalanya sudah diusahakan.
Doapun sudah dipanjatkan siang & malam.
Sinyal masing-masing kedua orang tua saling terbuka.
Tetapi tetap saja, yang menjalani kehidupan adalah aku dan dia, bukan mereka.
Ujung-ujungnya, takdir tetap saja tak sejalan.

.

Aku pikir tidak ada yang sia-sia untuk sesuatu hal yang namanya mencoba.
Karena aku tidak akan pernah tau apa hasilnya.
Jadi seharusnya aku bersyukur karena aku bisa menyimpulkannya.
Dari pada tidak ada aksi sama sekali.
Tinggal keikhlasan saja yang perlu dipahami.
Dan...Hari ini aku telah membakar semua kenangan itu...
.

Kata seorang sahabat yang sudah ditolak lamarannya, ditinggal nikah 2x, ditolak cintanya beberapa kali…. 

Aku belajar dari pengalaman hidupnya: 

Ternyata sayang dua arah saja tak cukup, apalagi satu arah. Bisa saja rasa sayang masih tetap ada, tetapi rasa memiliki yang semakin pudar jika kita mencintai orang yang salah. Dalam sebuah hubungan, menerima itu tidak semudah memberi sehingga dibutuhkan rasa cinta & kasih sayang, dimana mencintai itu artinya membebaskan bukan memenjarakan seseorang. Mencintai itu mudah. Jatuh cinta mungkin tak susah. Tapi menjaga dan membangun cinta hingga akhir hayat butuh perjuangan. Tetapi juga banyak kisah saling sayang saja ndak cukup. Mengapa? Well, di dunia ini tidak ada yang sempurna, segala kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, dan segala keridhoan dua insan manusia bersatu itu juga kuasa Allah SWT.

Smangaaats!🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: