Enric*

Dia…

Yang hobi tidur 4 jam sehari.
Taat, taat pada agamanya & tidak pernah menyontek.
Cerdas, pintaaaaaar sekali.
Ulet, rajin belajar & suka membaca buku.
Mandiri, tidak suka bergantung pada orang lain.
Ramah, suka tersenyum (senyumnya seperti di foto bawah)
Pemimpi, namun realistis & tegas dengan cita-citanya.
Kuat, tidak suka mengeluh.
Sederhana, santun yang ndak kebanyakan gaya meskipun dari keluarga kaya.
Rendah hati, tidak sombong meskipun punya potensi untuk sombong.
Aku tuh dulu minder dengan semua hal yang kamu miliki. Tetapi kamu selalu rendah hati dan bilang itu punya orang tuamu lah, itu karena Allah lah, dll.
Memang calon abang yang bisa jadi contoh baik bagi adek-adeknya, calon suami yang bertanggung jawab bagi keluargamu nantinya.

.

Aku pernah bertanya padanya. Kenapa namamu modern & gaul sekali?
Namanya memiliki doa, kelak menjadi seorang ilmuwan.
Ya, aku percaya dan dia telah membuktikannya selama ini. Diterima di UI melalui jalur PMDK tanpa test, IPK peringkat ke-2 se-UI, kuliah dengan beasiswa untuk jenjang PhD (S3) tanpa melewati S2 di kampus terbaik Singapore (NUS), magang di Intel – US, presentasi papernya di beberapa negara.
Aku percaya suatu hari nanti dia akan menjadi putera terbaik bangsa yang bermanfaat bagi banyak orang.

.

10 Juni 2016, Allah punya rencana terbaik.
Masya Allah, hari Jum’at dan bulan Ramadhan.
Aku yakin, kamu datang dalam bayang-bayang di depan pintu kosanku menjelang sebelum kepergianmu.
Ya, 2 hari itu, ketika aku shalat pagi. Aku yakin itu kamu.
Kamu mau pamit kan & mau minta maaf kan.
Beberapa minggu sebelum kamu pergi, Allah telah membisikkan hatiku untuk menghubungimu. Aneh sekali tiba-tiba aku kepikiran kamu. Ada apa denganmu?
Ternyata itu terakhir kita berjabat tangan di dunia maya setelah terakhir aku bertemu denganmu saat wisuda September 2011 lalu.
Dan Sabtu pagi itu adalah hari terakhir aku melihatmu. Tetapi aku melihatmu dengan air mata, co.
Aku sedih, kamu kurus banget, co.
Karena takdir, kita belum bicara banyak. Padahal aku ingin sekali datang di hari pernikahanmu nanti.

.

Terima kasih banyak ya, co.
Sosokmu secara tidak langsung telah mengajari aku mencintai Allah, menjadi orang bermanfaat, dan berusaha membahagiakan orang tua.
Aku pakai jilbab, aku punya mentor agama, aku ikut liqo, aku aktif di beberapa kegiatan kampus, aku rajin belajar, dll.
Kamu pernah beberapa kali bantuin aku ngerjain tugas kuliah programming yang aku ndak ngerti. Kamu yang bikin aku tenang ketika aku panik memperjuangkan nilaiku untuk kuliah Matematika Diskrit. Selama kuliah, tidak pernah aku bisa mengalahkan nilamu yang selalu lebih baik dariku. Kita nge-gahul baca buku bareng di gramedia. Kamu yang mnemenin aku di telepon ketika aku sakit bahkan sampai aku dirawat RS. Liburan kita yang jalan-jalan sore di monas. Pulang naik angkot bareng setiap selesai kuliah. Dan semua kenangan kita.
Sudah tertulis di catatan Allah, aku pernah menjadi bagian dari hidupmu di dunia.
Terima kasih ya, co.
Maafin aku ya, co.
Doaku yang terbaik untukmu.
Allah sayang banget sama kamu.

1931313_43796896051_5566_n


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: