Category Archives: Ajaran Islam

Manfaat

screen-shot-2016-10-01-at-9-23-36-pm

diajarin tentang teori menjadi manusia bermanfaat pertama kali sewaktu kuliah dulu (liqo).

Makasih kaka mentor 🙂

Advertisements

Adab

adab

Suatu hari aku membaca sebuah artikel. Menurutku isinya sangat menarik dan sebagai pengingat diri sendiri yang terlalu sombong dalam menuntut ilmu dan sering lalai dari akhlak yang tidak beradab. Astaghfirullahal’adzim

 

Menuntut Ilmu, Pelajari Adab dulu

Iman dan adab tidaklah dapat dipisahkan, seorang penuntut ilmu harus beradab ketika menerima ilmu dari gurunya. Beradab terhadap gurunya, beradab dengan teman-temannya, bahkan beradab terhadap buku yang dia pelajari.

 

Saya tidak tertarik lagi pada orang yang berilmu tinggi.

Sebab saya telah berjumpa seorang ustadz, tapi mudah sekali berprasangka buruk.

Sebab saya telah bertemu seorang aktivis dakwah, namun seenaknya menggunakan amanah.

Sebab saya telah berjumpa pengusaha syariah, tapi tak menunaikan haji.

Bukan, mereka bukan orang-orang bodoh.

Bukan rendah pendidikan.

Bukan pula kurang tsaqafah (mahir).

Mereka cuma minus adab.

Sesuatu yang membuat ilmu-ilmu mereka terasa tak ada gunanya. Belaka pemanis dan pelengkap nama besar saja.

Miris…

Mungkin itu sebabnya Ibn al-Mubarak pernah berkata,

Kami lebih baik membutuhkan sedikit adab daripada ilmu yang banyak.

adab menuntut ilmu


Lelah

Mengapa lelah?

sementara Tuhan selalu menyemangati dengan Hayya  ‘alal Falah, bahwa jarak kemenangan hanya berkisar antara kening dan sajadah.

Shalat.

shalat

Muslim man prays in mosque

Yaallah, maafkan aku saat aku lalai & tidak sempurna melaksanakan shalat.

Hadiah

hadiah

Memberi Hadiah Itu Perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan cara bagus menjalin hubungan. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تهادوا تحابوا

Salinglah memberi hadiah niscaya kalian saling mencintai.

(HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, hasan. Lihat Shahih Al Adab Al Mufrad, 1/221)

.

Memberi hadiah juga cara bagus menghilangkan permusuhan. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تَهَادَوْا، فَإِنَّ الْهَدِيَّةَ تُذْهِبُ وَغَرَ الصَّدْرِ

Salinglah memberikan hadiah, sesungguhnya hadiah itu bisa menghilangkan amarah dan melapangkan dada.

(HR. Ahmad No. 9250. Syaikh Syuaib Al Arnauth: hasan)

.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun juga menerima hadiah. Sejarah nabi menunjukkan, Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga menerima hadiah, baik dari para sahabatnya atau negeri lain. Abu Jahm pernah memberinya hadiah mantel. Dari ‘Aisyah, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat memakai pakaian berbulu yang bergambar, lalu dia bersabda: “Gambar-gambar ini mengganggu pikiranku, kembalikan ia ke Abu Jahm, tukar saja dengan pakaian bulu kasar yang tak bergambar.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

.

Memberi hadiah hendaknya dengan sesuatu yang halal bukan haram. Tidak harus mewah, mahal, ekslusif, dan wow. Yang penting halal. Halal di sini, baik secara zat, dan juga cara memperolehnya. Maka, jangan berikan saudara kita khamr, barang curian, dan sebagainya. Menerima hadiah juga jangan asal terima, tolak jika haram. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

…. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al Maidah: 2)

Hati-Hati Risywah (suap/sogok). Jika ada yang memberi hadiah tapi ada udang dibalik bakwannya tolak aja. Walau diistilahkan dengan hadiah, atau istilah lain yg mengaburkan hakikatnya. Memberikan hadiah, karena tahu anaknya tidak akan naik kelas. Memberikan hadiah, karena NEM anaknya rendah agar masuk SMA unggulan. Memberikan hadiah kepada orang dalem, karena tahu dirinya kalah bersaing masuk PNS/TNI/POLRI. Dan masih banyak cth lainnya. Risywah yang bagaimana sih? Disebutkan dalam Al Mu’jam Al Wasith:

ما يعطى لقضاء مصلحة أو ما يعطى لإحقاق باطل أو إبطال حق

“Sesuatu yang diberikan agar tujuannya terpenuhi, atau sesuatu yang diberikan untuk membenarkan yang batil, atau membatilkan yang haq.” (Al Mu’jam Al Wasith, 1/348. Dar Ad Da’wah)

Jadi, segala macam pemberian dalam rangka menggoyang independensi seseorang dalam bersikap dan mengambil keputusan, itulah risywah. Akhirnya, pemberian itu (uang atau barang) yang menjadi penggerak sikapnya, bukan karena kebenaran itu sendiri. Sehingga yang layak menjadi tersingkir, yang buruk justru terpilih. Haq menjadi batil, batil pun menjadi haq.

.

Tulisan: Farid Nu'man Hasan, semoga bermanfaat! :)
Join Channel Majelis Ilmu Farid Nu'man: bit.ly/1Tu7OaC

 


Amal

musim-haji-penutup-kabah-dilapisi-emas-120-kg-0b02

Mu’adz, “Wahai rasullah, beritahu aku amal yang dapat memasukkan ke surga dan menjauhkan dari neraka.”

Beliau menjawab, “Yang kamu tanyakan adalah perkara yang besar, namun akan menjadi mudah bagi yang dimudahkan Allah SWT. Sembahlah Allah dan jangan menyekutukan dengan yang lain, melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, puasa Ramadhan, haji ke Baitullah.”

Lalu beliau bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah dapat menghapus kesalahan seperti air memadamkan api, dan shalat malam.

Kemudian beliau membaca Surat As-Sajdah ayat 16-17. Lalu beliau bersabda, “Maukah kamu kuberitahu pangkat agama, tiang dan puncak tertingginya.?

Aku menjawab, “Mau, wahai Rasulullah!”

Beliau bersabda, “Pangkal agama adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak tertingginya adalah jihad.”

Lalu beliau bersabda, “Maukah kalian kuberitahu apa kendali semua itu?”

Aku menjawab, “Mau, wahai Rasulullah!”

Beliau menyentuh lidahnya seraya bersabda, “Jagalah ini!”
Aku bertanya, “wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa karena perkataan kita?”

Beliau bersabda, “Hus, Bukankah kebanyakan orang yang terjungkal ke neraka akibat dari ulah lidah mereka?”

 

HR. Tirmidzi, dalam: Imam An-Nawawi (1), hal. 233-234. (Buku: Saleh yang Salah)

Semoga bermanfaat & semangaaats! 🙂

Yaarab, aku ingin ke Baitullah menunaikan haji T_T

 


Doa

Mereka yang namanya diketahui di seluruh penjuru dunia tiada sebanding dengan mereka yang namanya menggema di langit ke tujuh-Nya.

78196_470112694355_2140164_o


Teman

al quran

Jadikanlah Al-Quran teman sepanjang masa. 

Tujuan utama mempelajari al Qur’an bukanlah untuk menjadi seorang Hafidz, Mufassir, ataupun Ulama. Melainkan untuk menjadi seseorang yang menjadikan al Qur’an petunjuk dalam setiap langkah kehidupan. Note to my self!