Category Archives: Tips and Trick

Make Up

Unknown

Oke, kali ini aku akan berbagi cara aku ber-make up ketika kondangan hasilnya seperti pada foto di atas. Waktu yang dibutuhkan sebentar saja ko, sekitar 15 menit. Biasanya aku make up niat menor seperti itu hanya pada acara-acara khusus atau acara tertentu. Meskipun menor, sebenarnya aku tidak terlalu suka yang mencolok dalam merias, alias prefer untuk yang ndak terlalu ribet atau bentuk macam/aneh2. Oiya untuk yang kali ini, make-upnya tanpa pake blush on ya. Alat bantu apa saja yang aku gunakan dan bagaimana langkah-langkahnya, yaitu di bawah ini:

  • Cleansing milk & beauty soap Eva Mulia

Sebelum dimulai, baiknya wajah kita dibersihkan. Berhubung aku konsumen setia dari Eva Mulia sejak SMA sampai dengan sekarang, maka biasanya aku membersihkan wajah dari kotoran dengan cleansing milk Eva Mulia. Selesai dibersihkan, dilap dengan tisue. Kemudian dilanjutkan dibersihkan dengan air dan sabun muka dari Eva Mulia.

IMG_20160126_145059_scaled

  • Foundation: Wardah Luminous Liquid Foundation (Natural)

Wardah Luminous Liquid Foundation adalah bedak cair yang memberikan kesan alami dari kulit, foundation cair dengan formula yang nyaman, mencover warna kulit lebih baik, mampu menyembunyikan noda, bekas jerawat atau warna kulit tidak merata, mudah menyerap dan tidak lengket. Selain itu, dia juga mampu melembabkan dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari karena mengandung spf sunscreen 30.

wardah-luminous-liquid-foundation.png

  • Bedak: La Tulipe Face Powder (Suntan)

Bedak dari La Tulipe ini merupakan bedak bertekstur halus dengan warna kemerah-merahan (suntan). Kandungan dalam bedak ini membantu merawat kulit wajah Anda dan melindungi kulit dari polusi dan sinar matahari.

Screen Shot 2017-04-08 at 2.44.15 PM

  • Alis: Maybelline Fashion Brow Cream Pencil (Dark Grey)

Eyebrow Pencil adalah produk pensil alis waterproof yang tahan air dan tahan lama.

Screenshot_2016-02-04-06-59-08-1.png.jpeg

  • Eye Shadow: Wardah Eyeshadow Seri A (Brown, Copper, Gold)

Berikan berbagai kesan menawan untuk mata dengan menggunakan produk Wardah Eye Shadow A yang hadir dalam bentuk 3 in 1. Wardah Eye Shadow A ini merupakan perona mata non photosensitisasi yang berpartikel Microcoated. Dengan tekstur pulasan yang lembut dan mudah diatur, sehingga tidak perlu khawatir akan pulasan yang berantakan. Eye shadow ini tahan lama dan tidak mudah rusak sehingga cocok untuk segala suasana.

194689_7fa2d26a-543e-11e4-b285-b7c12523fab8.jpg

  • Aye Liner Bagian Atas: Wardah EyeXpert Staylast Liquid Eyeliner (Black)

Wardah EyeXpert Staylast Liquid Eyeliner adalah eyeliner dengan warna hitam pekat dan dapat mengering dengan cepat. Memiliki kandungan Reflex Pearl untuk hasil yang berkilau alami, dapat mempercantik dan mempertegas bentuk mata. Formulanya ringan, tidak membuat iritasi, tahan air, awet, mudah dibersihkan dengan air atau pembersih make up. Dilengkapi dengan kandungan ekstrak lidah buaya untuk menutrisi kulit sekitar garis mata.

wardah_wardah-eyexpert-staylast-liquid-eyeliner_full03.jpg

  • Eye Liner Bagian Bawah: Wardah Eyeshadow Seri A (Gold yang paling kiri)

Berhubung aku ndak punya eye liner pencil warna putih, jadi main sikat aja deh dengan eyeshadow warna gold. Dan hasilnya bagus banget loh dan terkesan modern/milenial karena ada klip-klip, haha :)))

194689_7fa2d26a-543e-11e4-b285-b7c12523fab8.jpg

  • Mascara: Maybelline Volume Express HyperCurl (Black V2)

Maybelline Mascara Volum Express Hyper Curl – Black, merupakan varian mascara persembahan dari brand Maybelline yang diracik dan dirancang secara khusus untuk yang ingin membuat mata indah, terlihat lebih cantik dan menarik. Mascara ini telah diformulasikan dengan khusus untuk membuat mata agar terlihat lebih tebal, lentik dan lebih panjang serta bervolume dan akan membuat mata terlihat berkilau dan menarik.

Maybelline-the-Hypercurl-Volum'-Express-Waterproof-440x647.jpg

  • Lipstick: Wet n Wild Lipstick (Mauve Outta Here 907c) & Wardah Exclusive Lipstics (28 Rose Purple)  

Berhubung tekstur wet n wild itu bikin bibir kering, supaya ada kesan lembab dan mengkilap maka aku campur penggunaanya dengan lipstick wardah.

wet-n-wild-lipstick-mauve-outta-here-907c.jpeglips-ward-029e-1-2-3.jpg


Good Team vs Bad Team

teamwork-1024x682

There is a profound difference between how the very best product companies create technology products, and the rest. And I don’t mean minor differences.  Everything from how the leaders behave, to the level of empowerment of teams, to how the organization thinks about funding, staffing and producing products, down to how product, design and engineering collaborate to discover effective solutions for their customers. Below is a glimpse into some of the important differences between strong product teams and weak teams:

  • Good teams have a compelling product vision that they pursue with a missionary-like passion.  Bad teams are mercenaries.
  • Good teams get their inspiration and product ideas from their scorecard KPI’s, from observing customers struggle, from analyzing the data customers generate from using their product, and from constantly seeking to apply new technology to solve real problems.  Bad teams gather requirements from sales and customers.
  • Good teams understand who each of their key stakeholders are, they understand the constraints that these stakeholders operate in, and they are committed to inventing solutions that work not just for users and customers, but also work within the constraints of the business. Bad teams gather requirements from stakeholders.
  • Good teams are skilled in the many techniques to rapidly try out product ideas to determine which ones are truly worth building.  Bad teams hold meetings to generate prioritized roadmaps.
  • Good teams love to have brainstorming discussions with smart thought-leaders from across the company.  Bad teams get offended when someone outside their team dares to suggest they do something.
  • Good teams have product, design and engineering sit side-by-side, and embrace the give and take between the functionality, the user experience and the enabling technology.  Bad teams sit in their respective functional areas, and ask that others make requests for their services in the form of documents and scheduling meetings.
  • Good teams are constantly trying out new ideas in order to innovate, but doing so in ways that protect the revenue and protect the brand. Bad teams are still waiting for permission to run a test.
  • Good teams insist they have the skill sets on their team necessary to create winning products, such as strong interaction design.  Bad teams don’t even know what interaction designers are.
  • Good teams ensure that their engineers have time to try out the discovery prototypes every day so that they can contribute their thoughts on how to make the product better.  Bad teams show the prototypes to the engineers during sprint planning so they can estimate.
  • Good teams engage directly with end-users and customers every week, to better understand their customers, and to see the customer’s response to their latest ideas.  Bad teams think they are the customer.
  • Good teams know that many of their favorite ideas won’t end up working for customers, and even the ones that could will need several iterations to get to the point where they provide the desired outcome.  Bad teams just build what’s on the roadmap and are satisfied with meeting dates and ensuring quality.
  • Good teams understand the need for speed and how rapid iteration is the key to innovation, and they understand this speed comes from the right techniques and not forced labor.  Bad teams complain they are slow because their colleagues are not working hard enough.
  • Good teams make high-integrity commitments after they’ve evaluated the request and ensured they have a viable solution that will actually work for the customer and the business.  Bad teams complain about being a sales-driven company.
  • Good teams instrument their work so that they can immediately understand how their product is being used and make adjustments based on the data.  Bad teams consider analytics and reporting a “nice to have.”
  • Good teams integrate and release continuously, knowing that a constant stream of smaller releases provides a much more stable solution for their customers.  Bad teams test manually at the end of a painful integration phase and then release everything at once.
  • Good teams obsess over their reference customers.  Bad teams obsess over competitors.
  • Good teams celebrate when they achieve a significant impact to the business KPI’s.  Bad teams celebrate when they finally release something.

Rambut

Oke, berhubung gw sering nulis yang serius-serius, kali ini gw bakalan nulis yang agak santai.

Kebetulan hari ini gw baru saja melakukan perawatan rambut (sendiri di kosan). Sejak kecil diajarin nyokap, gw sering melakukan perawatan rambut dengan cara tradisional. Maklum orang-orang di rumah (termasuk keponakan) adalah keturunan pemikir, jadi rambutnya gak terlalu lebat & mudah rontok. Tapi alhamdulillah sih masih punya rambut hitam, lurus, & panjang. Sejak kecil, rambut gw di kepala sering diolesi santan kelapa atau kemiri yang disanrai atau lidah buaya. Hasilnya memang gak kalah dengan di salon sih, bahkan lebih murah.

Rambut adalah mahkota wanita. Bayangkan jika semua wanita di dunia ini botak? Gak usah botak deh, dipotong mirip cowok (cepak), contohnya di bawah ini. Tau gak ini siapa? Ini Anne Hathaway ketika memainkan peran di Les Miserables. 1st impression ya biasa aja kan, ya ga? Paling cuma liat hidungnya mancung, kulitnya putih, bibirnya merah. Intinya gak ada yang bisa bikin gemes-gemes kecup semanis permen lolipop gitu deh *apaan deh :))

anne-hathaway

Bandingkan ketika dia cantiknya disini! Auuuuuuum…..! Aaaaaaaak…….! Maintenance cost-nya berhasil nih nyonya, wkwkwk :)))

anne hathaway

anna

Mungkin yang fans berat Anne Hathaway bakalan rela jadi suami ke sekian karena doi cantik banget meskipun usianya sudah 30an thn, gw aja seneng banget liatnya sampe gw simpan foto itu di pinterest *laaah. Bukan bermaksud naksir cewek, tetapi kadang cewek-cewek cantik dengan gayanya yang chic bisa jadi inspirasi gw dalam bergaya sehari-sehari sih.

.

Yang jelas nih ye, kalau semua cewek di dunia ini botak. Kagak bakalan ada tuh ibu-ibu penjual jilbab atau penjual aksesoris jilbab. Kagak ada anjuran dalam agama islam disuruh pake jilbab bagi para wanita *mungkin sih ini, sotoy mode on. Islam pasti selalu punya alasan tanpa perlu dibuktikan untuk menganjurkan wanita untuk menutup aurat (perhiasan). Barusan googling, ada salah satu ayat di Al Qur’an (Surat An Nur ayat 31) dikatakan begini :

.

Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada dst……

.

Tanpa bermaksud percaya gak percaya dengan ayat tersebut sebelum menggunakan jilbab. Aku sadar ketika ngobrol dengan beberapa teman laki-laki pas SMA bagaimana gatelnya tangan mereka saat melihat rambut gw panjang terurai, katanya pengen dielus-elus. Bahkan selain rambut aja, pernah ada juga cowok yang seneng cuma liat kaki seorang wanita itu berhasil bikin jadi jatuh cinta, eh bujug! Tetapi yah ada juga sih cowok yang seneng liat cewek pake jilbab daripada terbuka kaya diobral, katanya lebih adem & lebih terhormat. Gw bahkan selalu merasa risih ketika ada cowok *bukan pacar gw* ngeliatin gw yang gimana-gimana banget, entah rasanya pengen gw tampar atau colok matanya aja, wkwkwk. Gw cuma seneng diliat sama cowok yang gw sayang, itu aja ko. Baru sadar pas SMA gw udah nampar cowok juga sih, wkwkwk Makanya dulu gw cuek banget sama penampilan sekarang juga masih sih tapi mendingan lah, alasannya biar g digoda sama cowok. Eh tetapi justru karena gw cuek sama penampilan, mantan gw lari ke wanita lain. Ampuuuun, apes dah :))) *tapi yah jadi belajar sih, penampilan itu penting.

.

Dari dulu (tepatnya sejak berjilbab) gw sebenarnya kasian sama makluk yang namanya laki-laki, karena godaan terbesar mereka itu wanita (bahkan ada hadist yang mengakuinya). Makanya gw selalu memaklumi kalau mata cowok itu jelalatan. Bahkan pastinya semua mantan gw juga begitu, hahaha. Kalau ndak kek gtu, yah gak normal, jangan-jangan mereka suka cowok lagi terus mungkin juga impoten >.< *kagak ada hubungannya :)). Yah mau gimana lagi, emang udah kodratnya sih yah. Gw bebasin dah tuh sekarang. Tapi yang jelas kalau udah jadi laki gw, kudu dijaga baik-baik dah tuh laki gw biar kagak ngelirik kemana-mana apalagi pelacur. Makanya istri harus bisa jadi pelacur biar suami ingetnya pelacur yang ada di rumah bukan di tempat lain, eaaaaak :)))

Ini ko ceritanya jadi kemana-mana, padahal awalnya ngebahas rambut, ahahaha

Oke lanjutin bagaimana cara gw merawat rambut yah yang sesekali gw lakukan 2 minggu sekali. Ini biasanya gw lakukan misalkan gw lagi males ke salon atau lagi pengen quality time sendiri (memanjakan diri sendiri).

Caranya :

  • Bilas & bersihkan rambut
  • Keringkan dengan handuk
  • Oleskan kulit kepala dengan masker rambut. Masker rambut itu harganya kisara +/- Rp.100.000 (bisa habis dalam 3-4 bulan). Kalau ndak mau menggunakan masket rambut, bisa mengguna yang lain. Contohnya kamu bisa baca artikel aku di halaman ini atau bisa juga dengan santan kelapa, lidah buaya, kemiri.
  • Selesai diolesi, kemudian pijat perlahan & merata agar meresap ke dalam akar rambut
  • Tutup rambut dengan kain, diamkan selama +/- 1 jam
  • Bilas rambut dengan air bersih
  • Bilas rambut dengan shampoo
  • Keringkan rambut dan rasakan perbedaanya, pokokknya jadi lebih bersih, seger, dan nyaman.

Okaaay sekian saja iseng-iseng tulisan gw malam ini. Apapun titipan Allah yang ada di badan kita, itu baiknya dijaga baik-baik, lebih bagus lagi cukup dinikmati oleh orang-orang terkasih dengan cara yang halal. Daaaagh & selamat mencoba! Night 🙂


Mengajar

Pernahkah kamu merasa kehadiranmu sangat dinantikan anak kecil? Sekitar seminggu lalu, Ibuku mengatakan bahwa aku dicari Andaru (keponakanku yang paling ganteng usianya sekitar 4,5thn). Kata Ibu pesan dari Andaru, “Tante Renny mana eyang, ko lama gak ke sini?”. Indah bukan, hehe ^^ Ada perasaan bahagia ketika kehadiran kita sangat dinantikan oleh orang lain yang kita sayangi. Hal tersebut menandakan, kita memiliki kesan positif di mata mereka, ya dirindukan. Kalau mereka tidak menyayangi kita, itu artinya mereka tidak senang atau cuek terhadap kehadiran kita.

.

Aku jadi teringat kisah lain. Dulu ada anak kecil namanya Rara. Dia tinggal di samping rumah orang tuaku sejak dari lahir sampai usia kira-kira 3 tahun. Ibuku sosok wanita yang paling berbakat memikat hati anak kecil alhasil Rara itu sudah seperti anak ketiga di rumah. Rara senang menantikan aku pulang dari kampus saat sore hari. Dia suka berlari-lari kecil dari ujung rumah sambil berteriak “Mbak Renny! Mbak Renny!”, kemudian dia menjemputku padahal aku baru jalan kaki beberapa meter sejak turun angkot, haha Anak kecil memang lucu, polos, bebas, dan tanpa beban yah.

.

Berlanjut ke kisah Andaru. Hari itu aku mengunjungi rumah Mas Agung (kakakku) dan membawa donut Jco. Beberapa detik saat aku membuka gerbang tralis besi depan rumah, terdengar suara Andaru yang ramai, yaitu: “Tante Renny, tante renny, tante renny…!”. Pintu depan rumah dibukakan oleh Andaru. Aku berikan donat kepadanya. Aku disambut dengan wajah keceriaan bocah kicik, salim tangan kanan, dilanjutkan cium pipi sampe puas, haha. Dia girang bukan main. Buatku, saat itulah moment yang paling berharga. Well, keceriaan anak kecil buatku selalu menjadi obat penawar. Kenapa? Biasanya aku bermain dengan Andaru saat aku sakit yang berasal dari pikiranku yang butek karena masalah orang dewasa, hahaha :p Setelah bermain dengannya, alhamdulillah kejiwaanku menjadi lebih damai dan lebih cerah. Hal ini sudah sering kali aku lakukan sejak Andaru lahir hingga sekarang. Memang keceh banget yah anak kecil, hehe.

.

Saat aku berkunjung, Andaru sedang belajar menulis huruf (ditemani Ibuku). Akhirnya kita bertiga belajar bersama. Ada sebuah kejadian menarik hari itu yang mungkin bisa jadi bahan renungan bagi diri sendiri. Well, mengajar anak kecil itu berbeda dengan orang dewasa dan itu sulit. Kita tidak boleh mengukur kualitas anak-anak dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan. Kita harus sabar, penuh pengertian dan penuh trik psikologis bernilai positif. Kita sebagai calon orang tua baiknya tidak boleh membuatnya tertekan dengan nada ancaman ketika mereka melakukan kesalahan. Pada kondisi ini kita dibutuhkan kemampuan berbicara dengan kata-kata yang baik, ramah, dan membangun/merangsang agar maju atau bukan malah menjatuhkan mentalnya hanya karena melakukan kesalahan kecil. Mental anak kecil itu belum sekuat orang dewasa dan perasaan mereka itu sangatlah sensitif. Pengalaman yang tidak baik saat kecil, akan berdampak pada pembentukan karakternya saat dewasa nanti.

.

Aku pernah membaca artikel tentang ilmu otak yang membuktikan otak manusia itu tidak statis, kadang bisa mengerucut atau sebaliknya. Semua itu tergantung dari pesan yang diterima, apakah bersifat ancaman/ketakutan atau dukungan positif yang diperoleh dari sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, namun sebaliknya juga dapat menurun menjadi bodoh. Sepertinya ini bisa jadi evaluasi pribadi kalau aku pastinya pernah mengeluarkan kata yang menyakiti orang lain, astaghfirullah & maapkeun >.< Ini juga bisa jadi catatan kecil di masa depan ketika mengajar anak-anak atau berinteraksi dengan orang lain, baiknya dengan mendorong kemajuan bukan menabur kata hinaan bernada ancaman atau ketakutan.

.

Renungan lain dari hasil mengajar bocah kicik adalah: kita tau pada umumnya predikat prestasi itu dilihat dari angka-angka di rapor meskipun itu semu. Ada bagian lain yang tak kalah penting, yaitu pemahaman akan esensi & prosesnya saat menuntut ilmu yang pada akhirnya menentukan keaslian dan kualitas prestasi individu. Sebagai contoh Andaru yang sedang menulis huruf A. Kita semua paham bagaimana menulis huruf “A”, yaitu garis kiri dari pangkal atas ke bawah, lalu garis kanan dari pangkal atas ke bawah, kemudian garis tengah horizontal. Andaru sebenarnya sudah bisa menulis huruf A tetapi dia sudah berkali-kali melakukan kesalahan. Misalkan, membuat garis horizontal terlebih dahulu atau dimulai garis tegak dari bawah ke atas, dll. Well, itu gak salah, bahkan bisa dikatakan Andaru sudah mendapat nilai 100 berhasil membuat huruf A. Tetapi, apakah prosesnya sudah benar? Tentu saja tidak. Sama halnya jika kita mendapat nilai 100, apakah kita paham esensi ilmunya atau sekedar menghapal cara menjawab yang benar. Itulah yang namanya proses pembelajaran. Terkadang untuk menjadi orang pintar/cerdas dan berkarakter itu memang perlu menjadi orang bodoh terlebih dahulu.

IMG_20160311_170958

Selesai menemani Andaru belajar, kita makan donat bersama. Selesai makan donat, Andaru memintaku untuk membacakan buku cerita dongeng dalam bahasa inggris yang memiliki efek suara. Ini buku ko keren banget yaak, hahaha Sebelum aku pulang, aku akhiri pertemuan hari itu dengan selfie bersama. Andaru bilang, “Kata bunda, kalau difoto tuh senyum terus mingkem“. Ini dia fotonya, uhuk hehe Peace, love & happy!  ^^

with andaru

Akhir kata, demikianlah kisah menarik yang sekiranya bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Semoga catatan ini bisa jadi catatan kecil di kemudian hari ketika aku mendidik anak-anakku tersayang. Amiin & semangat! 🙂


31 Ways To Be Creative

524257_893197324094761_6641903415582975480_n


Traveling

 trip
Since early 2014, I’ve decided to travel once time for every 2 months. So, it takes 6 times for a year and it still continue now. In 2014, I did travelling not only with my friends but also with my lovely family.
  • Januari 2014 – Trip Singapore with co-workers from Hijup Team (just ladies)
  • Maret 2014 – Bukalapak Outing Goes to Jogja
  • May 2014 – Mountain Trip (Papandayan – Garut Jawa Barat)
  • July 2014 – Mudik (around Magelang-Borobudur, Jogja, Banyumas)
  • October 2014 – Trip to Singapore & Johor (Malaysia) with my family
  • December 2014 – Trip to Malang & Bromo
I think, there are some reasons why travel is really-really good for me:
  • i’d like to go to where I have never been before. I could interact with people surrounding or see a beautiful things that my Lord created it. I learn about life and thankful.
  • I do love taking picture. My pleasure is when i can take a photo with a proper angle so the photo will look prettier.
  • I feel good. It reduce my stress although i feel tired during holiday.
  • Sometimes, I will get inspiration and think more creatively just to find the best solution/ideas about my job or my problems.
  • It will make better relationship among relatives (having quality time with friends or family).
  • I will have a story because i’ve ever been there
  • ….

8595fef0b36df80ae20d95fbe02635ec

Once a year, go to someplace, you've never been before (Dalai Lama).

Life Partner

e0b78abd5354b01d7c5d068ec0df7939A woman 2nd marriage, 40-things years old, have 2 children, COO Facebook and then she said that: When looking for a life partner, the best advice is to make good relationship to all of your friends first, took many experience in with that you’ve had before: the bad boys, the cool boys, the commitment boys, the crazy boys, the good boys, the nice boys. But don’t marry them! The things that make the bad boys sexy do not make them good husbands. Let they to be who they really are. When it comes time to settle down, find someone who wants equal partner. Someone who thinks women/men should be smart, opinionated, and ambitions. Someone who values fairness, respects, & expects, or even better, really wants to do his/her share in home where the heart is. This person is exist and trust it, over time, nothing is sexier.

 

So, let me be the one who will geek my partner out! :)) Best relationship talk like bestfriend, play like children, argue like husband and wife, protect each other like brother and sister (note to my self).